Featured Posts

Sebab-Sebab Bertambahnya ImanSebab-Sebab Bertambahnya ImanSeorang muslim harus mengetahui sebab-sebab yang mengurangi imannya sehingga sirna dari dirinya. Demikian pul seorang muslim harus mengetahui sebab-sebab bertambahnya iman sehingga dapat memperkuat imannya.....

Read more

Ya Ukhti, Tempat Kita Bukan di JalanYa Ukhti, Tempat Kita Bukan di JalanSejak runtuhnya kekuasaan orde baru di Indonesia yang terwujud setelah serangkaian demonstrasi besar-besaran, kegiatan itu (baca: demonstrasi) seolah menjadi budaya yang rutin dilaksanakan....

Readmore

Potret Kehidupan Keluarga Syaikh Ibnu BazPotret Kehidupan Keluarga Syaikh Ibnu BazSemoga Alloh merahmati Imam Ibnu baz dengan keluasan rahmatNya dan menempatkannya pada surgaNya yang luas. Beliau adalah salah satu orang yang memiliki keistimewaan dengan sifat-sifat yang terpuji....

Readmore

Ada Apa dengan Kita?Ada Apa dengan Kita? Di dunia ini tidak ada satu kelompok pun yang ma’sum, bebas dari kesalahan, kecuali jama’ah para Sahabat yang telah mendapat jaminan dari Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. Karena itu hendaknya loyalitas dan kebencian kita juga hanya didasarkan kepada Al-Qur’an...

Readmore

Bekal Bagi MusafirBekal Bagi MusafirDari Anas radhiallahu anhu, dia berkata, "Salman pernah mengeluh sakit, maka Sa'd datang menjenguknya. Ketika ia melihat Salman menangis, Sa'd bertanya,"Apa yang membuatmu menangis wahai saudaraku? Tidakkah kamu telah menemani Rasulullah....

Readmore

Rss
Rss

Sabtu, 28 Mei 2011

dulu aku hanyalah gadis kecil yang nakal dan jorok hoby bermain bola kaki dengan teman-teman lelakiku, kebiasaan itu ku lakukan sampai kelas 2 SMP, karena pada saat naik ke kelas 2 aku dimasukan kedalam pesantren, mungkin dimata orang yang belum kenal denganku aku adalah gadis kecil yang bandel dimana seharusnya anak perempuan se usiaku sudah belajar masak saat itu, aku masih sibuk dengan bermain-main, aku merasa bahagia meski cemoohan dari tetanggaku selalu saja terdengar ditelinga nenek dan kakekku, aku bukanlah gadis beruntung seperti kebanyakan teman-temanku sejak kecil aku sudah ditinggal kedua orang tuaku karena mereka bercerai, sehingga akupun dirawat oleh kakek dan nenek dari ibuku.

jika ingat masa itu betapa terlukanya hatiku bagaimana tidak saat teman-teman sebayaku selalu didampingin ayah dan ibuku mereka saat ada acara di SD aku tak didampingi siapapun karena nenek dan kakekku sibuk bekerja di ladang, saat itu aku merasa kesepian apalagi tak banyak teman wanita yang sebaya denganku, karena sedikitnya wanita akhirnya aku lebih sering bermain dengan sepupuku yang notabannya laki-laki karena itulah sampai sekarang sifat tomboyku masih saja terlihat meski aku sudah berpuluh-puluh kali mencoba untuk menghilangkannya.

dulu aku terbiasa dengan kehidupanku yang meurut orang kebanyakan bandel pulang sekolah aku dan teman-temanku tidak langsung pulang , melainkan pergi dahulu memanjat pohon duek(Anggurnya orang madura) ... makanya ampe sekrang masih mahir panjat memanjat :D

0 komentar:

Posting Komentar

©2010 Qulil Haqqo Walau Kana Murron | by Khayla