Featured Posts

Sebab-Sebab Bertambahnya ImanSebab-Sebab Bertambahnya ImanSeorang muslim harus mengetahui sebab-sebab yang mengurangi imannya sehingga sirna dari dirinya. Demikian pul seorang muslim harus mengetahui sebab-sebab bertambahnya iman sehingga dapat memperkuat imannya.....

Read more

Ya Ukhti, Tempat Kita Bukan di JalanYa Ukhti, Tempat Kita Bukan di JalanSejak runtuhnya kekuasaan orde baru di Indonesia yang terwujud setelah serangkaian demonstrasi besar-besaran, kegiatan itu (baca: demonstrasi) seolah menjadi budaya yang rutin dilaksanakan....

Readmore

Potret Kehidupan Keluarga Syaikh Ibnu BazPotret Kehidupan Keluarga Syaikh Ibnu BazSemoga Alloh merahmati Imam Ibnu baz dengan keluasan rahmatNya dan menempatkannya pada surgaNya yang luas. Beliau adalah salah satu orang yang memiliki keistimewaan dengan sifat-sifat yang terpuji....

Readmore

Ada Apa dengan Kita?Ada Apa dengan Kita? Di dunia ini tidak ada satu kelompok pun yang ma’sum, bebas dari kesalahan, kecuali jama’ah para Sahabat yang telah mendapat jaminan dari Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. Karena itu hendaknya loyalitas dan kebencian kita juga hanya didasarkan kepada Al-Qur’an...

Readmore

Bekal Bagi MusafirBekal Bagi MusafirDari Anas radhiallahu anhu, dia berkata, "Salman pernah mengeluh sakit, maka Sa'd datang menjenguknya. Ketika ia melihat Salman menangis, Sa'd bertanya,"Apa yang membuatmu menangis wahai saudaraku? Tidakkah kamu telah menemani Rasulullah....

Readmore

Rss
Rss

Senin, 31 Januari 2011

Hidayah itu bisa datang kapan saja..

Udara malam ini masih terasa dingin, maklum saja dua hari sudah batam dilanda hujan yang tak henti-henti.Alhasil dibeberapa titik wilayah dikabarkan banjir, bahkan air hujan sampai masuk kedalam rumah, tragis memang namun tetap saja harus disyukuri karena meskipun begitu, hujan adalah Anugrah ALLAH.....


Seperti bisa tiap malam saya selalu OL. Ya...jika tidak mencari berita, paling bertegur sapa dengan teman-teman lewat dunia FB, Mekipun pulsa yang saya pakai untuk OL hasil utangan pada ukhti Desy :P (ketahuan suka ngutang pulsa buat modem) ... tapi dibayar kok tenang aja ^_^


Malam semakin larut udara dinginpun menyusup melewati lubang-lubang kecil diatas jendela, terasa sejuk hingga AC pun tak perlu dinyalakan (Hemat.... kasian mama), mataku masih terpaku pada layar 15 inc (Laptop ya bukan TV), Maklum laptop saya seperti TV besarnya, kata temen-temen saya sih... sambil membuka FB ku putar nasyd Arabic,, itung-itung bernostalgia pada suasana pesantren yang terkadang kurindukan..


Hampir dua tahun aku berada dalam jalur tarbiyah meskipun tak begitu banyak yang berubah dalam hidupku tapi setidaknya saya mendapat banyak ILMU dalam tarbiyah ini.
dalam tarbiyah ini saya memiliki keluarga kecil yang terdiri dari 7 saudari saya  dan satu Ummi kami yang tiap minggu kami sempatkan untuk saling bertemu untuk sekedar bersilaturrahim. ^_^ diantara saudari2 saya, saya adalah orang yang paling egois dan terkesan arogan, terkadang merasa paling benar, namun Alhamdulillah UMI saya tetap saja sabar dengan kelakuan saya yang terkadang masih terkesan brutal, sebenarnya saya tau kalau mereka menyayangi saya, tapi memang sayanya saja gak sadar-sadar, pernah suatu hari saya menjadi pengkhianat tarbiyah, namun mereka tetap merangkul saya dan menerima saya yang secara tidak sengaja mencemarkan nama baik dakwah ^^ hingga akhirnya semua itu berakhir dengan sendirinya.


Malam ini 31 Februari 2011 , perang batin kembali bergejolak dalam diri ini, kenangan kelam masa lalu terbayang kembali.Betapa hinanya saya ketika itu, hanya karena nafsu rela mencemarkan nama baik dakwah. kini rasa bersalah itu seringkali datang... ingin rasanya berteriak "MAAFKAN AKU" namun tak mungkin itu saya lakukan, karena kalau saya teriak mama saya bisa marah ^^


Sebenarnya perang batin itu muncul kembali tatkala adik kelas saya bertanya tentang hukum pacaran !! Dengan hati yang bergetar saya sampaikan kebenaran tentang hukumnya, saya merasa lega sedikit ternyata dia ingin berubah dan melepas pacarnya. Hanya saja sebelum iya lakukan itu dia konsultasi dulu. Namun, yang saya herankan kenapa pada saya...??? bukan pada orang lain...??? YA ALLAH berarti dia menganggap saya orang yang baik dan mengerti masalah agama. Disinilah awal perang batin itu dimulai. Masa lalu kelam terungkap kembali bersamaan dengan datangnya pertanyaan masalah pacaran.


Bertumpah ruahlah air mataku mengingat dosa yang kulakukan selama ini, Saya mengotori hatiku dan dakwah ini, saya mencemarkan nama baik mereka, apakah saya masih pantas disebut kader dakwah...?. Secepat mungkin saya basuh diri ini dengan wudhu dan mengadu padaNYA tentang semua yang kurasa dalam hati, meskipun tanpa saya mengadupun Allah sudah mengetahuinya. kini aku bertekad tak akan ku ulangi kesalahn yang kedua kalinya, karena saya sudah tau konskuensinya didunia maupun AKhirat..




Saya akan merasa senang jika saya tenang, dan saya akan tenang bila tanpa beban..... Aku mencintai mereka yang selalu mengingatkanku tentang akhirat, dan tujuan hidup penciptaanku yang sebenarnya ^^


La Tahzan Innallaha Ma'ana..... 





Read more...

Jumat, 28 Januari 2011

Cinta Ditolak Sholat bertindak

Cinta Ditolak Sholat bertindak apaan tu? kok aku baru dengar ya??

Mungkin kata-kata yang sering kita dengar adalah “Cinta Ditolak Dukun Bertindak”, sangking seringnya mungkin bosen kuping mendengarkannya.mau ditutup kapas saja rasanya kalau udah ada yang ngomongin gitu. Entahlah dari mana asal muasal kata cinta ditolak dukun bertindak itu, mungkin dari mbah dukun kali ya? Daripada kita mikirin kenapa tu kata-kata,mendingan kita mikirin gimana caranya ngilanginnya. Tidak ada manusia yang tidak merasakan cinta.pasti setiap manusia pernah jatuh cinta. kalau ada yang bilang dia gak pernah jatuh cinta, maka aku memberikan apresiasi yang sangat besar untuknya karena menurut nasyd the Fikr Dicintai dan Mencintai Itu Fitrah manusia. So...wajar aja kalau seandainya saya, kamu, dia atau siapapun, pernah jatuh cinta pada lawan jenis...kamu setuju gak? Bagi yang gak setuju pura-pura setuju aja..ya!!! biar ku lanjutin tulisannya.....

Namun,tak banyak dari pemuda/pemudi kita yang kurang bisa menahan rasa cintanya kepada sang yang dicinta hingga terkadang mereka lupa kalau umur mereka masih ketek(kecil), yah...maklum saja kata bung oma masa muda masa yang berapi-api jadi kaula muda yang sedang jatuh cinta, cintanya berapi-api dan membara hingga membakar akal sehatnya untuk menyaring cinta yang sesungguhnya (extreme amat ya kata-katanya), sangking membara dan berapi-apinya cinta mereka, sampai-sampai mereka sanggup ke dukun apabila cinta mereka ditolak oleh orang yang mereka cintai (nekat kali ne ANAK???), kalian gak percaya kalau mereka yang sudah jatuh cinta dan cinta tak kunjung diterima mereka nekat ke dukun? Ups...tunggu dulu ada buktinya tau...!! waktu itu diriku iseng-iseng ngeliat acara reality show yang ditayangkan disebuah televisi swasta, itu loh acara uya emang kuya, yang ada sesi hipnotisnya kalau lihat api anda harus tidur, anda akan tidur kalau anda lihat api hohoho, saat itu uya tanpa sengaja menarik sepasang kekasih yang sedang kencan, yang cewek cantik luar biasa tapi sayang bajunya kurang bahan jadi You Can See dah, kalau yang cowok jeleknya na’udzubillah tapi biar jelek gitu ciptaan Allah lih fit gak boleh ngejek gitu, ok baiklah daku tak akan mengejeknya lagi. Singkat cerita saat yang dinanti-nanti telah tiba yang pertama dihipnotis yang cewek ne pas uya Tanya kenapa tu cewek mau ama tu cowok jawabannya “Abis dia ganteng mas, kayak darius” uya terperanjat orang item gini kok dibilang kayang darius, ne mata cewek udah minus berapa ya? Masih banyak sih yang ditanyain ama uya tapi kalau kita bahas itu terus kagak kelar-kelar ntar, sekarang giliran si cowok yang di hipnotis, pas ditanya kenapa kok suka ama tu cewek jawabannya “abis dia motok mas kayak durian montong, dulunya dia nolak cinta saya terus mas” tapi sekarang kok dia mau? kata uya, iya “soalnya saya ke dukun mas” kedukun?? Uya mulai penasaran “kamu kedukun diapain ama tu dukun kok ampe ne cewek suka sama kamu?”, “saya disuruh lari 7 keliling gak pake busana mas, setelah itu saya disembur dan dibacain jampe-jampe katanya supaya terlihat seperti darius, maklum cewek saya itu ngefans bangets sama darius” si cewek spontan jijik lihat pengakuan dari sang pacar mungkin dia sadar kalau selama ini ternyata di guna-guna sama cowoknya. Setelah si cowok sadar alhasil si cewek langsung tabok(tampar) muka tu cowok, kalau daku disitu mungkin daku menjadi pemandu sorak paling semangat buat mukulin tu cowok.(hehe...contoh yang buruk jangan ditiru ok!!)

Itu hanya satu diantara contoh betapa egonya manusia hingga untuk menggapai cinta yang semu,mereka rela menjual imannya, dosa besar yang paling tidak disukai ALLAH adalah sirik/ menyekutukan ALLAH dengan lainnya, andai manusia sadar kalau jodoh, rezeki dan lain-lain dalam hidup kita sebenarnya sudah di atur oleh Allah.
Memang mengungkapkan rasa cinta sih sah-sah saja namun jangan sampai setelah di ungkapkan malah menghalalkan ikatan yang belum halal (Pacaran). Apalagi,yang kita tau pacaran yang sekarang ini sering terjadi di lingkungan awwam hampir sama dengan hubungan suami istri. Bahkan,ada yang sampai sama bukan mirip lagi, semoga kita dijauhkan dari semua itu (Amin !!), dan bagi yang pernah melakukan pacaran jom(mari) kita segera bertoubat dan memohon Ampun pada Allah yang maha penyayang dan maha pengampun atas segala dosa hambanya.

Nah...lain lagi dengan pemuda/i sholeh/sholehah, apabila cinta mereka tidak diterima alias ditolak yang dilakukan adalah Sholat memohon petunjuk pada Allah dzat yang maha agung dari apapun juga, kalau pemuda/pemudi yang ditolak cinta ini mengatakan cinta bukan untuk pacaran ya!! tapi untuk dijadikan pendamping hidup alias ngajak nikah !!, mereka tidak terlalu pusing dengan masalah cinta, karena keyakinan mereka pada Allah sudah sangat kental mereka percaya jika semua yang terjadi dalam diri mereka termasuk jodoh adalah sesuatu yang sudah diatur sempurna oleh Allah azza wajala. Semoga kita termasuk golongan orang yang beriman amin !!
Kata aa’ gym sih, cinta adalah nikmat dari Allah yang membuat dunia tiada bertepi, lebih dalam dari lautan yang dalam, lebih tinggi dari angkasa menjunjung, berbahagialah yang dihidupkan hatinya dengan cinta, namun waspadalah bagi seseorang yang dibutakan hatinya dengan cinta, seindah-indah cinta adalah cinta kepada penggenggam alam semesta, kepada yang maha mencintai yang tiada pernah terputus cintaNya, yang kekal cintanya DIAlah ALLAH swt yang maha agung, maha indah, maha penyayang, maha membela maha besar.


Read more...

Kamis, 27 Januari 2011

Jilbabku Prisaiku

Jilbabku Perisaiku
Jilbabku memang perisaiku! Yang membuat aku semakin jauh dari kenyamanan dan jodoh. Yang membuat aku semakin dekat dengan cibiran banyak orang.
Aku sudah lama gerah dengan jilbabku ini. Aku adalah perempuan yang hampa. Usiaku sudah berkepala tiga. Penampilan terlalu biasa. Ditambah lagi jilbab besar yang sekarang bukan hanya merepotkan badan tapi jiwa. Badanku gerah. Kota Batam yang panas membuat aku gerah dengan jilbab ini karena harus naik turun angkot dan ojek kemana-mana. Jiwaku penat. Jilbabku menjadi alasan banyak lelaki untuk pergi jauh perlahan. Berpuluh perkenalan menjadi berpuluh luka hati.
20 tahun yang lalu. aku adalah seorang wanita biasa dengan wajah yang biasa tentunya tidak memakai jilbab. Waktu itu aku adalah salah satu mahasiswi disalah satu universitas yang cukup ternama dibatam, aktivitasku sehari-hari hanya sebagai mahasiswi, aku bukan orang pintar atau orang yang cantik aku adalah wanita biasa namun berasal dari keluarga yang kaya raya. Dari kekayaan itu semua orang menyukaiku bahkan para lelaki takluk dibawah kakiku. Aku seperti cleo patra diperebutkan banyak lelaki. Meskipun wajahku tak secantik dia.
Singkat cerita niatku memakai jilbab berawal saat aku mamasuki perguruan tinggi awalnya mungkin niatku kurang baik bahkan mungkin sangat memalukan aku ingin memakai jilbab karena aku menyukai salah satu ikhwan anggota LDK(Lembaga Dakwah Kampus) dikampusku nama ikhwan itu Amir Ar-Ra'id , dulu aku tidak tau apa itu ikhwan aku kira hanya sebutan bagi anak LDK termyata dugaanku salah ikhwan itu bukan hanya sekedar sebutan tetapi sebuah predikat atau panggilan bagi laki-laki yang benar-banar taat dan faham agama, awalnya aku heran setiap aku ingin bersalaman dengan dia pasti tangannya langsung ditarik, saat aku sms dengan kata mesra dia tidak pernah membalas smsku. aku mulai penasaran dan tertantang untuk mendapatkannya maklum dengan kekayaanku dan ketenaranku aku merasa malu jika aku tidak bisa mendapatkannya.
Aku mulai menyelidiki siapa dia sebenarnya dan akhirnya aku tau kalau aku bukanlah tipe wanita yang dia inginkan, wanita yang dia inginkan adalah wanita berjilbab atau yang biasa disebut akhwat aku mulai mengatur siasat bagaiman dia bisa tertarik padaku dan akupun menemukan jawabannya, ya akhirnya aku bergabung dengan LDK dikampusku tujuanku awalnya memang bukan tujuan mulia aku masuk LDK untuk mencari perhatian amir, amir panggilan yang biasa digunakan oleh teman-temannya termasuk olehku hanya saja aku memakai suku kata kak didepannya, perlahan tapi pasti aku mulai merasa nyaman dengan lingkungan pergaulanku yang baru, aku merasakan kehangatan keluarga meskipun aku tidak mempunyai iktan darah dengan mereka, kakak seniorku yang rata-rata memakai jilbab panjang begitu ramah padaku meskipun aku belum memakai jilbab dan subhanallah pada saat MABIT(Malam Bina Iman dan Taqwa) dadaku begitu terhenyak pada sesi muhasabah diri, keringat dingin dan air mataku mewarnai muhasabah pada malam itu, sudah menjadi takdir ALLAH aku mendapat hidayah pada malam itu dengan cepat dan membaca Basmalah akupun memperbaiki niatku masuk LDK ini dan perasaanku terhadap kak amirpun berubah aku tidak lagi menginginkan dia menjadi pacarku aku hanya menganggapnya sebagai saudaraku.
Keesokan harinya aku memohon izin pada ayah dan ibuku kalau aku ingin memakai jilbab, aku kira mereka akan merasa senang dengan keputusanku namun aku salah ayahku menentang keras keputusanku, aku menagis mendenngar kata-kata yang ayah lontarkan
“Ayah tidak pernah setuju kalau kamu memakai jilbab !!! kamu mau jadi apa? Kalau kamu memakai jilbab kamu mau kerja apa? Apalagi jilbab yang kamu mau pakai jilbab lebar bisanya Cuma buat ribet, kamu masih muda nanti kamu menyesal kalau sudah memakai jilbab sekarang”
Aku mencoba mejelaskan kewajiban berjilbab tapi ayahku tidak mendengarkanku, bahkan karena aku menjelaskan ayahku mengatakan “ Sudah pintar kamu menasehati ayahmu ini, sudah merasa hebat kamu? Pokoknya kalau kamu tetap ngotot memakai jilbab ayah tidak akan perduli lagi apapun yang kamu lakukan !! ayah meninggalkanku sembari marah-marah ibuku merangkulku dengan penuh kehangatan, “Sabar nak ibu yakin ayahmu tidak bermaksud seperti itu, sekarang turuti saja apa yang ayahmu inginkan”, Tapi bu echa benar-benar ingin memakai jilbab, ibu tau kan hukum memakai jilbab, wajib bu”
“Ya kalau itu keinginan kamu ibu bisa bilang apa, ibu akan coba membujuk ayahmu”, terimaksih bu.
Keesokan harinya aku berangkat kekampus denngan penampilan baruku, jilbab lebar khas akhwat dan tas ransel yang agak besar, aku mampir ke meja makan untuk sarapan berharap ayah akan merestuiku dengan penampilanku yang baru aku langsung duduk seperti biasa disamping ayah, kejadian tak terdugapun terjadi ayah langnsung menarik jilababku dan mengusirku dari rumah, Ya ALLAH mungkin cobaan pertama yang harus aku lalui. Dengan amarah yang begitu membara ayah naik kekamarku dan melemparkan tas besar kehadapanku
“Sekarang kamu pergi dari rumah ini, ayah tidak sudi memiliki anak seperti kamu”
ibuku mencoba menolongku namun ayah mendorong tubuh ibuku sampai tersingkir, entah setan apa yang merasuki ayahku saat itu, aku bersujud dibawah kaki ayahku berharap iya luluh oleh airmataku, namun smua itu sia-sia, ayahku tetap teguh dengan pendiriannya. aku pergi dengan uraian airmata dan luka yang sangat mendalam.
Aku pergi mengadu pada saudaraku yang ada di LDK dan mereka menerimaku dengan tangan terbuka, sekarang kegiatanku tidak lagi sebagai mahasiswi murni sekarang aku menjadi mahasiswi sekaligus pekerja, badanku tidak seindah dulu. Sekarang badanku kurus kering keronta sperti orang tak terurus, wajahku yang dulunya biasa-biasa saja kini menjadi sangat biasa.
3 tahun kemudian aku lulus dari kampusku dengan nilai yang pas-pasan karena kesibukanku mencari uang untuk menghidupi keperluanku sehari-hari. Kini aku bekerja disalah satu PT muka kuning daerah batam, dengan nilaiku yang pas-pasan aku hanya bisa menjadi operator usiaku semakin hari semakin bertambah wajahkupun sudah tak sesegar dulu, aku mengajukan proposal kepada murobbiku agar aku dicarikan jodoh. Selang 2 minggu aku mengajukan proposal Murobbiku mengatakan kalau yang dicari Ikhwan adalah wanita yang masih muda bukan sepertiku yang sudah hampir berkepala tiga, apalagi tampangku yang sangat pas-pasan menambah ke engganan mereka untuk menjadikanku istri mereka.
Perih rasanya melihat kenyataan yang ada saat ini sempat terlintas dipikiranku penyesalan memakai jilbab ini, karena jilbab ini aku jauh dari jodoh, karena jilbab ini aku diusir orang tuaku, karena jilbab ini aku harus bepeluh-peluh untuk menghidupi kehidupanku seandainya aku tidak mencintai amir mungkin aku tidak masuk LDK dan kalau aku tidak masuk LDK jilbab inipun tidak akan aku kenakan. Sempat tersirat dalam pikiranku saat banyak ikhwan menolakku karena tampangku yang pas-pasan dan umurku yang sudah hampir memasuki usia kepala tiga. Masih teringat dalam inngatanku ada yang mengatakan bahwa ikhwan itu bukan laki-laki yang pemilih usia bagi mereka tidak jadi masalah dan tampangpun mereka tidak perhitungkan karena mereka mengatakan kalau yang mereka cari adalah keimanan dan kesolehan seorang wanita. Namun apa yang aku temukan tidak sama dengan yang mereka ungkapkan, mereka memilih para akhwat yang muda dan cantik, mereka lebih memilih jejek Rasulullah dengan Aisyah daripada jejak Rasulullah dengan Khadijah. Lalu bagaimana dengan nasibku yang sudah tidak muda dan tidak cantik? Apa aku akan berakhir seperti ini? Tanpa pendamping hidup yang bersedia menerimaku apa adanya, tanpa belaian sayang seorang laki-laki.
Hah !!! aku mencoba menghilangkan prasangka burukku, aku masih saja meyakinkan hati ini agar tidak mudah terbujuk rayuan setan, aku yakin keputusan yang aku ambil untuk memakai jilbab adalah takdir terbaik dari Allah untukku.
Hari-hari ku lewati dengan penuh rindu, rindu ingin menikah dan memiliki anak, rindu orang tuaku yang sudah mengusirku, rindu masalaluku yang mewah. Sesekali terbesit dalam hati, bagaimana jika aku keluarr saja dari jalur tarbiyah ini? Bagaimana jika aku menanggalkan saja jilbabku ini yang membuatku gerah dan susah mencari jodoh.
Tiba-tiba ada rasa yang sangat kuat dalam hatiku untuk bertemu orang tuaku, maklum saja semenjak ayah mengusirku aku putus komunikasi dengan mereka, aku pernah mencoba menghubungi no telepon rumahku namun sayang selalu saja mailbox, ntah ayahku sudah mengganti no telepon rumah, sejak saat itu aku tidak lagi berhubungan dengan keluargaku dan akupun perlahan bias menerima itu. Tepat jam 5 sore aku dudah berdiri disebuah rumah yang cukup besar, aku melihat disekeliling taman depan rumah, ah itu bibi sumi, “bi ... bi sumi” bi sumi menoleh ke arahku, “ya nona mencari siapa?” bi ini aku mira, non mira? “iya bi ini aku non mira”, bibi segera membuka pagar dan memelukku, tanpa kusadari mataku meneteskan air mata sudah lama aku tidak merasakan kehangatan kasih sayang ini, sudah lama aku tidak dimanja oleh bibi sumi, sudah lama sekali bahkan saking lamanya aku tidak tau sudah berapa lama aku tidak merasakannya, setelah puas bibi memeluk dan menciumku dia melepaskan pelukannya yang sangat erat, “bibi ibu ada?” bi sumi terdiam sejenak menatapku dalam-dalam penuh arti, seperti seorang yang kasihan melihatku. “kenapa bibi diam?”, “iya non nyonya ada didalam”, “boleh aku menemuinya bi?” dengan wajah yang penuh harap bias bertemu dengan ibu yang telah mengandungku 9 bulan dan merawatku dengan penuh kasih sayang. “boleh non” , oh hamper saja aku masuk, aku lupa belum menanyakan pada bibi tentang ayah apakah ayah ada didalam, kalau sampai ayah tau aku disini mungkin ayah akan murka padaku, “bi aku lupa, apa ayah ada?”, kali ini bi sumi langsung merangkulku dan menagis sejadi-jadinya, “bibi kenapa menangis?” aku mencoba memberikan semangat, “Tuan sudah tidak ada non!!”, “maksud bibi? Ayah sudah meninggal?”, “iya non tiga hari yang lalu tuan meninggal”, “apa ayah sakit bi?” aku bertanya dengan air mata yang sudah tidak biisa ku bending lagi, “semenjak non pergi dari rumah tuan merasa sangat bersalah, nyonya sudah menyarankan agar tuan mencari non dan meminta non kembali, tapi tuan kawatir nona akan menolaknya setelah perlakuan tuan pada non” .
Aku tidak bisa berkata apa-apa lagi, aku duduk tersungkur menangis sejadi-jadinya, begitu banyak dosa yang telah ku perbuat pada ayah namun aku belum sempat meminta maaf padanya. Tangisanku mungkin terlalu keras saking kerasnya ada suara dari dalam rumahku, “ada bi sumi kok seperti ada yang menangis?”, aku mengangkat kepala dank u alihkan pandanganku pada seorang wanita yang sudah tua sedang duduk di kursi roda, ya Allah wanita itu ibuku, aku berdiri dan memeluk ibuku, aku menangs sejadi-jadinya kali ini suraku lebih keras dari yang tadi, “ini benar mira anakku?” suara ibu begitu lirih mengucapkannya sambil terus memelukku dan mengusap kepalaku, “iya ibu ini aku mira anakmu !!”, “terimakash ya Allah engkau mengembalikan iya pada pangkuanku lagi” ucap ibuku dengan air mata yang masih menetes, aku merasakan getaran yang sangat luar biasa dalam hatiku, aku merasakan kembali kehangatan pelukan ibuku yang sudah lama hilang, aku merasakan lagi semua itu, ucap syukurpun tak henti-henti aku panjatkan pada Allah SWT.
Sambil mendorong kursi roda ibuku aku masuk kedalam rumahku yang megah dan mewah, aku melihat sekeliling rumahku itu, masih sama seperti dulu, foto keluaga diruang tengah itupun posisinya masih sama seperti saat aku meninggalkan rumah ini, aku melihat ke pojok meja di ruangan keluarga, tak sengaja aku melihat foto waktu kecilku bersama ayahku saat menemaninya memancing di akhir pecan, air mataku jatuh lagi, kali ini air mata penyesalan yang keluar dari mata ini, penyesalan yang sangat mendalam, kenapa aku tidak bias membahagiakan ayah, kenapa aku tidak tinggal saja waktu ayah mengusirku? Ibu mengusap air mataku “sudahlah nak jangan sesali semua yang terjadi, yakinlah semua yang terjadi sudah kehendak ALLAH yang maha kuasa, ibu yakin dengan ilmu agama yang sudahh kamu pelajari kamu bias tegar dan menerima kenyataan, bukankah semua yang terjadi di dunia ini sudah di tuliskan di Laul Mahfudz?”, kata-kata ibu menyadarkankanku, aku memeluk ibuku kembali, aku berjanji akan selalu menemani ibuku dan membahagiakannya.
Satu minnggu sudah aku berada dirumah ini, disini kutemukan kebahagiaanku kembali, bersama ibuku yang setia menemani, pagi ini aku dan ibuku duduk di pinggir kolam ikan belakang rumahku, “mira apa kamu tidak mau menikah?” ah ... pertanyaan yang kutakutkan ternyata di tanyakan oleh ibuku, dengan berbata-bata aku menjawab “ya sebagai wanita normal aku juga ingin menikah bu”, “lalu kenapa kamu belum menikah juga sayang?”
“Itulah bu yang juga mira pikirkan, belum ada yang mau menjadi pemdamping hidup mira bu”, “apa perlu ibu yang mencarikan untukmu anakku?”, “tidak usah bu, mira yakin Allah sudahh mempersiapkan jodoh yang terbaik untuk mira”, aku memegang tangannya dan meyakinkan ibuku dengan tatapan mataku yang penuh arti, ibu mengusap pipiku dan berkata “ibu percaya takdir Allah dan percaya padamu anakku”.
Ahad ini aku kembali bertemu dengan keluarga kecilku, keluarga tarbiyahku yang mengajariku ketegaran dan makna kehidupan, keluarga kecilku yang terdiri dari 10 orang termasuk murobbiku yang selalu menjagaku, aku bahagia memiliki mereka, aku bahagia mengenal mereka, karena perantara mereka aku bias mengenal manisnya dakwah, meski terkadang aku merasa kecewa dengan ikhwan yang ada dalam tarbiyah ini. Aku merasa berdosa tatkala aku ingat dulu saat dalam hati kecilku berbisik untuk menanggalkan jilbabku dan meninggalkan dakwah ini, beruntungnya aku Allah masih menyelamatkanku dari godaan syetan yang seringkali menggodaku. Tak terasa 2 jam pertemuan ini telah terlewati. Saat i’lan aku menceritakan semua kejadian satu minggu yang telah aku lalui, mereka turut senang mendengar berita bahagia yang ku alami, setelah semua selesai kamipun berajak pergi dari tempat duduk kami, saat semua saudariku pergi tiba-tiba MR ku memanggilku, “mira umi mau bicara bias?”, “oh iya mi bisa, ada yang bisa mira bantu?” aku melihat wajah MR ku terlihat sangat tegang dan serius, aku jadi takut untuk memandangnya, apa aku ada salah? Apa MR ku tau kalau aku pernah merasa ingin keluar dari dakwah ini? Ah.. berjuta prtanyaan muncul di benakku hingga akhirnya MR ku memulai pembicaraan “mira, apa kamu masih niat untuk menikah?” saat mendengar perkataan itu hatiku bingung tak karuan, MR ku masihh menunggu jawabanku, “jujur umi, mira ingin sekali segera menikah”, aku melihat senyum bahagia diwajah MR ku, aku melihat MR mengelurkan amplop coklat “bukalah” umi menyerahkan amplop itu, aku membukanya dengan perlahan, subhanallah ini proposal atau biodata seorang ikhwan yang ingin ta’aruf denganku, aku membaca profilnya dengan seksama sayang disana tidak dicantumkan foto, namun dengan keyakinan hati aku mau ta’aruf dengan ikhwan ini, aku di damping oleh MR dan suaminya begitupan si ikhwan di damping MR nya, aku menunduk penuh rasa malu namun sesekali aku mengangkat kepalaku dan melihat kearah ikhwan itu, bergetar hatiku melihatnya sungguh sempurna ciptaan Allah, setelah beberapa pertanyaan terlontar ta’aruf hari itu usai, aku mantabkan dengan sholat tahajjud, aku semakin yakin dengan keputusanku untuk menikah dengannya, apalagi ibuku setuju saja dengan pilihanku, akhirnya tibalah prosesi lamaran antar keluarga dan di hari itu ditetapkan pula tanggak pernikhan kami, tanggal 14 November 2014.
14 november 2014 hari yang kun nanti-nanti dan ku tunggu-tunggu dan inilah hari itu, aku memakai gaun muslimah putih dengan hiasa dikepala yang mempercantik wajahku, aku menunggu di balik hijab hingga syah ijab Qobulku, setelah semua mengatakan syah aku keluar dari balik hijab, aku cium tangan suamiku, dia terlihat gagah dengan jas hitam yang dikenakannya, dia mencium keningku dan memasangkan cincin dijariku, saat itu dunia seakan milik kami berdua dan lainnya hanya mengontrak saja. Saat resepsi di mulai mahfud yang telah syah menjadi suamiku memegang erat tanganku, ada rasa yang anehh menghampiri seluruh tubuhku, terasa bergetar agak aneh, maklum saja semenjak hijrahku aku jarang sekali berinteraksi dengan laki-laki, dan inilah kali pertama tanganku dipegang laki-laki. Laki-laki yang kini telah syah menjadi pendamping hidupku.
Setelah setahun pernikanku aku dikarunia anak kembar yang sangat cantik jelita. Rasa syukurpun kembali aku panjatkan pada Allah yang maha kuasa. Betapa indahnya sekenario yang dibuat Allah, betapa sempurna jalan hidupku yang telah digariskanNya. Aku bersyukur telah dipertemukan dengan dakwah ini yang membuatku menjadi manusia yang lebih berguna.


Read more...

Rabu, 26 Januari 2011

Cinta itu tersurat bukan tersirat

Dua minggu sduah ibuku mencoba menghubungi ustadzah tikha namun sayang HP beliau tiba-tiba tidak bisa dihubungi, kata beberapa teman ibuku ustadzah zainah pergi ke moskow ikut suaminya yang kebetulan mengajar disana, sedikit kecewa kurasakan namun aku yakin kalaulah kami jodoh pasti kami akan dipersatukan. Tanpa sengaja aku membuka sebuah artikel di laptop mungilku, aku melihat artikel itu dan terdapat tulisan “Laki-laki yang baik untuk perempuan yang baik dan begitupun sebaliknya” tersentak hatiku membacanya, ya Allah pantaslah begitu sulit diri ini untuk mendapatkan hati zainah dan mempersuntingnya menjadi istriku, zainahh memang sangat pantas untuk memjadi istriku, tapi apakah aku pantas untuk seorang zainah yang begitu alim dan anggun. Seorang zaky yang kadang sholat lima waktu saja masih bolong-bolong, seorang zaky yang terkadang lupa membagi harta, seorang zaky yang seringkali bergonta-ganti pasangan(pacaran), seorang zaky yang pakaiannya seperti preman, apakah pantas aku yang seorang zaky mendapatkan seorang zainah yang sudah tidak diragukan lagi ke imanannya?
Terbesit keraguan dalam hati ini untuk menjadikan zainah sebagai pendamping hidupku, aku terlalu hina untuk seorang zainah, seharusnya zainah mendapatkan seseorang yang lebih dalam segala dariku, ah tidak !! tidak aku yakin zainah terbaik untukku, yang dapat merubahku menjadi yang lebih baik, ya hanya zainah yang harus jadi istriku, karena dialah yang bisa membingku, hanya dia Zainah !!
Aku mencoba menghubungi no HP zainah yang sempat aku catat saat aku mengikuti seminar motivasi.
Assalamu a’alaykum, apa benar ini dengan zahrah? Sms itu ku kirim ke no HP zahrah, namun tak kunjung dibalas, aku sesekali me miscallnya dengan privat number dan aktiv, tapi kenapa zainah tak kunjung membalas smsku?? Dua jam aku menunggu balasan dari zainah dan akhirnya hpku bordering.
Wa’laykumus salam, iya ini ana zainah, afwan ini siapa??
Seketika hatiku begitu begitu senang, andai hati ini diberi sayap maka iya akan terbang melesat ke angkasa dengan cepatnya bagaikan kilat yang menyambar-nyambar. Aku bingun apa yang harus aku jawab tapi aku beranikan dirii untuk membalasnya.
Ini aku zaky, dulu kita pernah bertemu di dekatt masjid, dan juga di seminar,...
Aku tidak sabar menunggu balasan dari zainah, aku menunggunya dengan harap-harap cemas
Oh zaky.. ya ana ingat, ada pa akhi? Adakah yang dapat ana bantu?
Apa yang harus au akatakan? Apa aku harus mengatakan, bahwa aku ingin dia menjadi istriku, tapi mungkin saja dia akan kaget dan malah mejauh dariku, ya Allah tolonglah hambamu ini apa yang hasru hambamu ini jawab?
Dengan keyakinan yang begitu mantab aku segera membalas sms zainah dengan lirik lagu dari zigaz, sahabat jadi cinta, semoga zahrah mengerti dengan apa yang aku maksudkan(gumamku dalam hati).
Siapa bilang cinta itu tidak perlu tersurat perlu kok, surat dari KUA, kalau tidak ada surat cintanya gak sah di mata Negara. Ya sudah akhi zaky ana mau mengsi materi dulu, assalamu a’alaykum.
Pembicaraanku d isms ditutp begitu saja oleh zainah, apakah dia tidak mengerti apa yang ku maksudkan, atau dia tau tapi tidak mau tau?


Read more...

Minggu, 23 Januari 2011

cinta itu bukan tersirat tapi tersurat

Sore itu aku pergi mengantar ibuku ke pengajian rutin dikomplekku, udara sedikit terasa dingin maklum saja sudah sejak jam 03.00 pagi hujan menghantam kota ini. Sembari menunggu ibuku selesai pengajian aku duduk di pos satpam didekat masjid, tanganku mengotak ngatik Handpone agar kejenuhan yang terasa tidak telalu mengganggu saat tanganku asik memainkan HP tiba-tiba ada seorang gadis yang sangat cantik jelita, dibalut gamis warna putih yang dipadu pink. Mendatangiku.
Assalamu a’laykum…
Wa’alaykumus salam, aku menjawabnya dengan terbata-bata.
Afwan saya mau Tanya apa ini musolah Nurul jannah??
Iya benar mbak ini musholah nurul jannah.
Terimakasih (Ucapnya dengan lembut sembari meninggalkanku di pos ronda dengan hati yang berbunga-bunga).
Oh ya namaku zaky.. nama lengkapku moh. Zaky, aku adalah anak tunggal dikeluargaku umurku sudah 23 tahun dan sudah menamatkan S1 di ITB jurusan teknik informatika, aku tidak bekerja sebagai mana tamatan sarjana biasanya karena aku membuka usaha sendiri sehingga aku tidak perlu bekerja untuk menopang hidupku, kegiatanku sehar-hari hanya dirumah saja atau pergi memancing diakhir pekan. Sebenarnya aku sedang mencari seorang pendamping hidup namun belum ada yang masuk kriteriaku, aku mengnginkan seorang istri yang cantik, putih dan tinggi sebagaimana keinginan laki-laki normal lainnya, namun sampai saat ini aku belum menemukan wanita yang sesuai dengan seleraku, sampai-sampai ibuku mejodohkanku dengan anak temannya beruntunglah ibuku mengerti dan tidak melakukan perjodohan lagi.

Pada jam 5 sore pengajian ibuku telah usai, saat ibu-ibu berkerumun didepan musholah untuk pulang aku melihat lagi gadis yang tadi, dengan sengaja aku memandangnya aku kira dia adalah anak salah satu teman ibuku, namun sayang dugaanku salah ternyata dia adalah pemateri dipengajian ibuku. Sontak saja aku dibuat kaget olehnya karena sungguh perawakannya yang masih muda masih belum masuk akal jika di seorang ustadzah, aku melihat langkah kakinya saat menaiki motor mionya yang berwarna hijau sembari pergi dengan melontarkan senyuman pada ibu-ibu pengajian.
Zaky…. Panggilam ibu mebuyarkan lamunanku
Zaky kamu ngelihatin siapa?
Gak ada bu Cuma lihat jalan saja (sembari menyebunyikan perasaan grogiku).
Hmmm ibu tau jangan-jangn kamu nksir ya sama ustdzah zainah??
Jadi nama gadis itu zainah(gumamku dalam hati)
Ah ibu ini apa-apaan sih, mana mungkin aku suka sama gadis berjilbab ibu kan tau tipeku.. ya udah yuk pulang bu gak usah dibahas ntar panjang lagi pembahasannya.
Dalam benakku semakin tumbuh rasa penasaran pada gadis itu, maih muda namun sudah sempurna meutup auratnya, meskipun kulitnya tidak begitu putih dan badannya tidak begitu tinggi namun ntah kenapa rasa ketertarikan dalam hati ini tidak bisa ku bendung lagi. Akupum mencari informasi tentang gadis ini, pertama aku minta dari ibuku.
Untuk apa kamu minta no hp ustdzah zainah le?
Ya buat belajar agma buk, emang gak boleh?
Ya boleh sih le tapi kenapa mesti sama ustadzah zainah le? Kan ustads burhan ada!!
soalnya ustadah zainah kan lebih muda bu jadi pastinya lebih mengerti tentang perasaan zakiy bu.
Ya sudah ini no hpnnya, tapi ingat jangan macam-macam ya le.
Ya bu , gak percayaan amat sama anakmu iki bu.
No hp zainah sudah di tanganku, lalu aku harus bagaimana? Apakah aku akan meng sms nya dan mengajaknya berkenalan? Oh tidak bisa, pasti dia tidak akan membalas sms ku aku yakin itu. Tapi kalau aku tidak meng sms nnya dan tidak mengatkan betapa kagumnya aku padanya, maka aku akan semakin tersiksa dengan perasaan ini, oh tuhan tolonglah hambamu ini.
2 bulan sudah perasaanku tidak menetu senyuman manis zainah selalu hadir menemani hari-hariku, batinku tersiksa namun aku tak kuasa untuk mengatakan perasaanku, apalagi selama dua bulan ini bukan ustadzah zainah yang mengisi acara di pengajian rutin ibuku, kata ibuku zainah mengisi pengajian saat itu karena menggantikan tantenya yang sedah sakit yaitu ustdzah tikha. Karena aku sudah tidak tahan lagi menahan perasaan gundahku akhirnya aku mengatakan pada orang tuaku untuk melamarkan zainah untukku. Betapa terkejutnya orang tuaku dengan permintaanku itu, karena setau mereka tipe wanita yang ku dambakan untuk menjadi istri bukanlah seperti zainah, namun kenapa tiba-tiba aku ingin melamar zainah.
Le apa ibu gak salah dengar?
Gak bu zaky serius ingin memperistri zainah.
Alhamdulillah le akhirnya kamu berubah juga, dulu kamu kurang suka pada wanita berjilbab.
Zaky juga tidak mengerti dua bulan sudah pikiran zaky tidak perneh terlepas dari bayang-bayang zainah.
Kalau sudah begitu inginmu ayah dan ibu akan mencoba menghubungi ustdzah tikha dulu mungkin saja beliau bisa membatu.
Kelegaan dalam hati sedikit terasa karena aku sudah memberi tau ibuku tentang perasaanku pada zainah.
Hari ini 1 januari 2012 ada seminar motivasi, aku di ajak rekan bisnisku untuk mengikuti seminar motivasi, maklum saja semenjak kejadian aku bertemu dengan zainah motivasi dalam diri ini sedikit berkurang mungkin inilah cinta.
Seperti kata temanku misteri itu bukan cinta tapi cinta adalah bagian dari misteri. Dan misteriku dalam cinta adalah kapan aku bisa bertemu dengan zainah lagi, dan menjadikannya istri.
Acara seminar motivasipun dimualai namun aku tidak begitu antusias seperti yang lainnya, aku hanya diam dan memperhatikan saja.
Baiklah sekrang saatnya pembicara kita yang sudah lama kita tunggu-tunggu ... berikan tepuk tangan yang meriah untuk mbak zainatuttayyibah...
Subhanallah itukan zainah.. senymku mulai merekah, oh Allah apakah aku tidak salah lihat motivator yang berdiri didepan sana adalah benar2 zainah, gadis yang kutemui 6 bulan lalu? Tidak bisa kusembunyikan perasaan gembiraku saat itu. Saat acara selesai akhirnya kau memberanikan diri pergi berkenalan dengan zainah...
Assalamu a'laykum, zainah??
wa'alaykumus salam.. iya.. sepertinya saya pernah melihat anda?
Iya... kenalkan namaku zaky (dengan mengulurkan taga untuk berjabat tangan)
zainah (dengan meyatukan tangan kanan dan kirinya alias tidak menyambut tanganku)
oh maaf kataku dengan grogi.., jadi kamu seorang motivator?
Gak juga cuma memberikan sedikit ilmu saja .
Oh ya yang tadi itu no hpmu ya? Masih dengan gerak gerik yang grogi
iya.. itu no hp saya.. kalau butuh bantuan hubungi saja no hp itu, salam ya buat bunda..
maksudmu ibuku?

Iya untuk ibu anda.. saya pergi dulu ya sudah di tunggu sama panitia. Assalamu'alaykum

wa'alaykumus salam.

Yes yes.. aku senyum-senyum sendiri saat dirmah
le kamu kenapa le girang sekali ibu perhatikan? Seminarnya bagus ya?
Ibu .... dan memeluknya.. ibu tadi yang jadi pembicara ..
iya siapa le yang jadi pembicara?
Zainah bu ,, zainah..
zainah yang dulu pernah ngisi pengajian?
Iya bu..
Alhamdulillah le kalau akhirnya kamu bisa bertemu dengan dia, berarti dia sudah pulang dari jerman,soalnya kata ustadzah tikha beliau ke jerman.
Iya bule,, jadi sekarang ibu sama bapak harus segera melamar zainah untukku.
Iya le,, ibu akan segera hubungi ustadzah tikha.

To be Continue


Read more...

Kamis, 20 Januari 2011

Terkadang Aku Adalah orang yang kurang manfaat

Bukan ingin melankolis atau hanya sekedar ingin mencari sensasi, aku menulis ini sungguh dari hati, hati yang paling dalam, tulisan ini aku persembahkan untuk dia yang kusayang “Aku selalu mencintaimu Karena Allah”.
Tanggal 1 oktober 2010 adalah hari pertama aku magang industry atau lebih populernya biasa disebut dengan KKN(Kuliah Kerja Nyata). Saat itu kami ditempatkan dibagian Multimedia, kami berfikir bagian multimedia adalah bagian dimana kami akan ditugaskan untuk membuat iklan ataupun apalah yang berhubungan dengan design, secara ditempat kami berkuliah matakuliah multimedia adalah matakuliah yang berhubungan dengan Design baik itu Video maupun Audio Visual. Hari pertama adalah penjelasan mengenai perusahaan tempat kami magang, setelah penjelasan panjang lebar kamipun di tempatkan dibagian multimedia seperti yang sudah kutuliskan diatas.  Saat kami ada di divisi Multimedia kami merasa jenuh karena jarang sekali ada pekerjaan untuk kami, jadi sembari menunggu Intruksi Biasanya kami Nge-Net secara Hostpot disana gratis dan lumayan kenceng, tugas kami saat itu biasanya hanya membetulkan jaringan saat terjadi gangguan di salah satu jaringan pelanggan seperti di PT, kami tidak begitu berperan penting dalam pembetulan itu kerjaan kami hanya memesang kabel jaringan dan memastikan dipasang dengan benar, satu bulan kami di divisi Multimedia kami sudah berkeliling ke berbagai jariangan yang ada dibatam, seperti batu ampar, Sekupang, Panbil dan tiban center, tugas kami seperti...




Atau...





Itulah sedikit gambaran kerjaan kami saat di divisi Multimedia, karena kami sudah biasa Exis dimasayarakat umum, jadi terkadang naluri kenarsisan kamipun keluar.. seperti....



Namun keberadaan kami di divisi multimedia tidak berlangsung lama, karena kami dipindahkan ke bagian radio multiplex, sayangnya disanapun kami tidak cukup lama, hanya setengah hari saja kami ada di divisi tersebut  karena tiba-tiba kami di pindahkan tugas ke bawah yaitu bagian administrasi, karena menurut beliau diradio multiplex kamipun tidak akan banyak mendapat tugas sehingga dengan kebijakan tersebut kami diminta untuk membuat program tentang sistem logistic Online.
Pertamakali mendengar kata program akupun merasa agak pusing, maklum saja meskipun jurusanku adalah teknik informatika yang notabandnya berkutat disekitar program, namun dalam pribadiku sendiri aku tidak memiliki cukup kemampuan didalamnya. Sampai sampai dalam hatiku selalu terbesit jika setelah S1 teknik s2 ku akan pindah jurusan dari tekni ke psikologi.
Hari pertama di bid administrasi kami gunakan waktu untuk mencari referensi di kampus berharap agar program ini segera selesai. Nah dihari kedua kami duduk diruangan rapat tempat kami magang, tanpa magig ruangan rapatpun disulap menjadi ruangan kami berkreasi, mungkin lebih tepatnya bukan kami tapi MEREKA, Kenapa aku menyebut mereka? Karena seperti yang ku katakana sebelumnya aku bukanlah orang yang handal dalam program, bahkan mungkin adalah suatu ke ajaiban aku bisa naik tingkat dengan kemampuanku yang terbatas ini. Dalam kekurangan itu terkadang aku menangis, betapa tidak bergunanya aku, aku hanya menjadi beban bagi mereka, aku tidak bisa berbuat apa-apa yyang aku bisa hanya merepotkan saja dan menjadi benalu dalam hidup mereka. Hingga terbesit dalam otakku jika TA nanti aku tidak mau TA bersamanya, bukan karena aku tidak menyayanginya atau menghindar darinya, tapi karena aku tidak ingin menjadi beban dalam hidupnya, cukupalah PA 2 aku menjadi benalu dalam hidupnya, mungkin jika aku tidak bersamanya di TA maka akupun akan berkreasi tanpa terlallu membebaninya, seperti saat PA1 dulu aku sendiri tidak bersamanya dan disanalah aku di tuntut untuk menyelesaikan PA1 ku tanpa membebaninya.
Hanya permintaan Maaf yang bisa aku sampaikan padanya... dalam hati aku sangat menyayanginya...



Love you So Much ....My Best Friend


Read more...

Selasa, 18 Januari 2011

untuk ikhwan dan akhwat (Copas)

Pernikahan atau Perkawinan,
Menyingkap tabir rahasia ...
Isteri yang kamu nikahi,
Tidaklah semulia Khadijah,
Tidaklah setaqwa Aisyah,
Pun tidak setabah Fatimah ...
Justru Isteri hanyalah wanita akhir zaman,
Yang punya cita-cita, Menjadi solehah ...

Pernikahan atau Perkawinan,
Mengajar kita kewajiban bersama ...
Isteri menjadi tanah, Kamu langit penaungnya,
Isteri ladang tanaman, Kamu pemagarnya,
Isteri kiasan ternakan, Kamu gembalanya,
Isteri adalah murid, Kamu mursyid (pembimbing)-nya,
Isteri bagaikan anak kecil, Kamu tempat bermanjanya ..
Saat Isteri menjadi madu, Kamu teguklah sepuasnya,
Seketika Isteri menjadi racun, Kamulah penawar bisanya,
Seandainya Isteri tulang yang bengkok, Berhati-hatilah meluruskannya ...

Pernikahan atau Perkawinan,
Menginsafkan kita perlunya iman dan taqwa ...
Untuk belajar meniti sabar dan ridho,
Karena memiliki Isteri yang tak sehebat mana,
Justru kamu akan tersentak dari alpa,
Kamu bukanlah Muhammad Rasulullah atau Isa As,
Pun bukanlah Sayyidina Ali Karamallahhuwajah,
Cuma pria akhir zaman, yang berusaha menjadi soleh ...

(Erics Delta Irawan)


Read more...
©2010 Qulil Haqqo Walau Kana Murron | by Khayla