Featured Posts

Sebab-Sebab Bertambahnya ImanSebab-Sebab Bertambahnya ImanSeorang muslim harus mengetahui sebab-sebab yang mengurangi imannya sehingga sirna dari dirinya. Demikian pul seorang muslim harus mengetahui sebab-sebab bertambahnya iman sehingga dapat memperkuat imannya.....

Read more

Ya Ukhti, Tempat Kita Bukan di JalanYa Ukhti, Tempat Kita Bukan di JalanSejak runtuhnya kekuasaan orde baru di Indonesia yang terwujud setelah serangkaian demonstrasi besar-besaran, kegiatan itu (baca: demonstrasi) seolah menjadi budaya yang rutin dilaksanakan....

Readmore

Potret Kehidupan Keluarga Syaikh Ibnu BazPotret Kehidupan Keluarga Syaikh Ibnu BazSemoga Alloh merahmati Imam Ibnu baz dengan keluasan rahmatNya dan menempatkannya pada surgaNya yang luas. Beliau adalah salah satu orang yang memiliki keistimewaan dengan sifat-sifat yang terpuji....

Readmore

Ada Apa dengan Kita?Ada Apa dengan Kita? Di dunia ini tidak ada satu kelompok pun yang ma’sum, bebas dari kesalahan, kecuali jama’ah para Sahabat yang telah mendapat jaminan dari Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. Karena itu hendaknya loyalitas dan kebencian kita juga hanya didasarkan kepada Al-Qur’an...

Readmore

Bekal Bagi MusafirBekal Bagi MusafirDari Anas radhiallahu anhu, dia berkata, "Salman pernah mengeluh sakit, maka Sa'd datang menjenguknya. Ketika ia melihat Salman menangis, Sa'd bertanya,"Apa yang membuatmu menangis wahai saudaraku? Tidakkah kamu telah menemani Rasulullah....

Readmore

Rss
Rss

Selasa, 25 Mei 2010

Kau lakh bidadari itu



Kalau mendengar tentang bidadari pasti yang terbayang di benak kita adalah bidadari yang ada di surga, ya bidadari memang ada di surga akan tetapi jangan dilupakan pula bahwa bidadari juga ada di dunia.

Loh kok bisa bidadari ada di dunia??
Bisa donks, kan yang dimaksud bidadari dunia adalah wanita Sholehah Bidadari dunia artinya wanita shalihah. Bidadari dunia juga berarti calon penghuni Surga, insya Allah, Dan calon penghuni Surga adalah orang yang sudah bisa memindahkan kehidupan surgawi ke dalam jiwanya, sejak ia masih hidup di dunia. Sehingga, ia menjadi orang yang paling berbahagia di dunia.

Islam sebagai agama samawi yang terakhir, dari jauh-jauh hari telah memberikan rambu-rambu untuk menjaga kehormatan wanita, melalui seperangkat nash-nash shahih yang ada dalam al-Qur'an dan Sunnah Rasulullah. Kedua pedoman tersebut mendidik wanita muslimah tentang bagaimana berperilaku, baik dalam hubungannya dengan Allah, keluarga dan masyarakat (orang lain), begitu juga dengan keperibadiannya sendiri. Siapapun yang meneliti dan mengamati nash-nash tersebut pasti akan kagum dan terkesima, karena hal-hal yang disampaikan mampu menjangkau seluruh aspek kehidupan wanita, mulai dari yang terkecil sampai yang terbesar.
Sosok wanita yang berakhlak mulia (shalihah) merupakan hal yang sangat urgen bagi kehidupan umat manusia, karena wanita memiliki peran yang sangat besar dalam mendidik generasi penerus bangsa, mencetak para ilmuwan yang beriman, ekonom yang jujur, politisi yang bijak, pejabat dan pemimpin yang amanah. Disamping itu, peran mereka juga teramat penting dalam menanamkan akhlak yang mulia, mengokohkan nilai-nilai moral, menghiasi kehidupan dengan mahabbah (cinta), kasih sayang dan kedamaian.

ada sedikit cerita tentang wanita yang bisa juga disebut Bidadari dunia, simak ya

uatu hari khalifah Umar Bin Khattab sedang berkeliling kota Madinah untuk mengontrol kondisi rakyatnya, kemudian beliau melintas di depan rumah gadis tersebut dan mendengar pembicaraan gadis tersebut dengan ibunya. Ketika itu, ibu gadis tersebut menyarankan kepadanya untuk mencampurkan air di dalam susu perahannya supaya kelihatan banyak seperti para pedang lainnya. Namun gadis tersebut menjawab dengan sopan, "Ibu, Amirul Mukmin melarang perbuatan tersebut". "Tapi, Amirul Mukminin kan tidak melihat?" jawab ibunya kembali. Dengan tenang gadis tersebut bertutur, "Benar bu, Amirul mukminin tidak melihat, tapi Tuhannya amirul mukminin, Allah Swt. Maha Melihat apa yang dikerjakan hamba-Nya."
Setelah mendengar ketaatan wanita tersebut kepada Allah, Amirul mukmin pun bergegas pulang dan menceritakan perihal gadis tersebut kepada anak laki-lakinya, kemudian menyarankan anaknya untuk menikahi gadis tersebut. Sehingga dari keturunan gadis tersebut lahirlah Ummu Ashim, yang kemudian dinikahi Abdul Aziz Bin Marwan. Dari pernikahannya tersebut lahirlah Umar Bin Abdul Aziz, seorang pemimpin yang shalih.

Wow amzing, gimana mau jadi bidadari dunia? kalau mau yuk berlomba-lomba menjadi wanita sholehah, seorang Bidadari bukan hanya dilihat dari kecantikannya tapi juga di ukur melalui Aklaknya, jadilah wanita sholehah, jadilah Bidadari dunia, yang akhirnya juga menjadi BIdadari Surga

Wallahu A'lam


Read more...
©2010 Qulil Haqqo Walau Kana Murron | by Khayla