tiada yang bisa menjamin 2 detik yang akan datang kita masih hidup seper ti saat ini.
tiada yang bisa menjamin kita 2 detik yang akan datang tubuh kita masih utuh seperti ini.
tiada yang bisa menjamin 2 detik yang akan datang orang tua kita masih ada untuk mendampingi kita.
tiada yang bisa menjamin 2 detik yang akan datang sahabat disekitar kita masih ada untuk kita.
terimgat kejadian satu tahun yang lalu, pada tahun 2009 lalu kira-kira bulan juli aku pulang ke madura karena ada acara keluarga,
seperti biasa sesa,pai disana aku bercanda dengan sepupuku yang sudah lama tidak aku jumpai.
singkat cerita aku mempunyai sepupu karena umurnya lebih tua dariku aku memanggilnya paman
nama beliau sholehoddin, beliau lulusan pesantren salafy nurul huda, dimana pesantren itu juga tempat aku menimba ilmu meskipun tak selama beliau aku
dipeasantren, rencananya pada bulan desember 2009 beliau akan diwisuda, aku turut senang mendengarnya, akhirnya cita-cita pamanku tercapai juga
dengan umurnya yang sudah cukup untuk menikah, aku selalu mengejek dia,,, agar dia mau cepat menikah namun hasilnya selalu nihil, karena beliau mempunya prinsip
tidak mau menikah sebelum dia sukses, padahal meurutku dia sudah cukup sukses buktinya beliau sudah membeli sepeda motor sendiri dan juga untuk hidup tidak bergantung lagi pada orang tuanya.
di kampung kedekatanku dengan beliau sepeerti adik dan kakak kandung saja, maklum saja beliau anak terakhir jadi beliau tidak memiliki adik, sedangkan saya sendiri anak sulung dan tidak mempunyai abang, selama seminggu dikampung beliau selalu dirumahku untuk menemaniku maklum disana teman se usiaku rata-rata masih dipesantren karena sudah menjadi tradisi anak gadis para penduduk dikampungku sebelum iya menikah akan di pesantrenkan oleh orang tuanya, ini dilakukan untuk mejaga dari fitnah atu pergaukan bebas yang semakin marak beredar dizaman yang serba modern ini.
kedektanku dengan pamanku itu menimbulkan ide aneh dari orang dari bibiku mereka mejodohkanku dengan beliau bibiku berkata
"biar tak terputus hubungan keluarga, nikahkan saja mereka bedua" , karena waktu itu aku masih lugu (ckckck) aku hanya menjawab,, "mana mau aku ama man hoddiin"
tapi karena sepupuku sudah dewasa beliau menjawab dengan bijak, kalau kami dijodohkan ntar dikeluarga kita gak akan bervariasi keturunannya.
aku tertawa mendengar pernyataan beliau, , akhirnya setelah satu minggu aku disana tiba saatnya untukku dan keluargaku kembali kebatam, tempat kami menetap sekarang,
meskipun aku terpisah dengan sepupuku kami tida pernah putus hubungan, setiap kegiatan yang aku ikuti dan berhubungn dengan agama, aku selalu meminta pendapatnya
maklum saja mengenai agama beliau lebuh tau dan leih faham , karena beliau sudah hafal Al-qur'an dan Beberapa hadist , kitab kuning atau gundul sudah menjadi makanan sehari-sehari untuknya.
waktu aku mau masuk"KAMMI" aku juga mengkonsultasikan terlebih dahulu dengan beliau... aww amazing rupanya beliau sudah lebih dulu tau tentang risalah pergerajan Ikhwanul Muslimin, dan beliau mengatakan , "kamu ikut saja tapi ingat tetep jaga diri". hal yang paling beliau pesan terhadapku adalah, "Jangan Sampai kamu memakai celana jeans" namun itulah aku , dulu waktu SMA aku melanggar nasehatnya dan memekai celana jeans.
singkat cerita seteleh 2 bulan aku dari kampung tiba-tiba aku mendengar beliau masuk rumah sakit karena demam berdarah, dan keadaan beliau kritis, seketik itu air mata ini jatuh, dan malam2nya saudaranya menelpon kalau keadaannya mulai membaik, akupun tersenyum kembali, tapi senyumku hanya beberapa jam saja, karena pagi-pagi jam 10.00 wib pada saat aku sedang kursus mengemudi, tiba-tiba ada telpon kalau pamanku yang sangat aku kagumi sifatnya dan tawadukknya Meninggal Dunia. Aku masih saja tidak percaya bagaimana mungkin itu terjadi satu minggu yang lalu beliau masih sms ke hp ku kalau hp beliau hilang, baru seminggu yang lalu kami telphonan dan saling menasehati, baru satu minggu yang lalu beliau mengatakan mau diodohkan denganku meskipun itu hanya guyon. aku teringat masalalu kami, beliau selalu menghinaku karena kulitklu hitam dan tak seputih beliau, beliau selalu berkata "siapa yang mau nikah ama dirimuw ndok" dan jawabanku simple aja kalau tak ada yang mau ama adik ntar paman yang harus menikahiku.
begitu konyolnya tingkahku terhadapnya, andai waktu bisa diputar aku akan selalul bersikap baik kepada beliau. sejujurnya aku mengakui kalau beliaulah orang yang paling perduli denganku, kini hanya tinggal kenangan aku hanya bisa mendo'akan agar beliau bahagia disaNA dan Allah mengampuni segala dosanya, karena beliau meninggal sebelum beliau menikah aku selalu berdo'a agar beliau dinikahkan dengan bidadari yang cantik ^__^..
hanya do'a yang bisa adikmu kirimkan paman...
mungkin suatu saat jika aku pulang kampung dan tak ada dirimu disitu adikmu ini akan merasa sangat kesepian, namun aku yakin setiap kejadian yang menimpa kita ada
hikmah tersendiri.
dari sini aku memetik pelajaran bahwa umur seseorag tidak ada yang tau sampai kapan bisa hidup didunia ini, pamanku yang umurnya kalau masih hidup sekrang 24 tahunpun bisa meninggal. maut tidak mengenal usia, status atau derjat seseorang jika Alah berkehendak saat ini bisa saja malaikat maut menjemput kita.
Allahu a'alam