
tanggal 13 agustus 2010 atau bertepatan dengan tiga hari umat islam menjalankan ibadah puasa, , ya hari itu begitu terasa berat, beban moral yang kurasa terasa begitu menyiksa, aku ingin menangis namun air mata ini tak dapat menetes, kucoba untuk mengeluarkannya meskipun sangat sulit untuk kulakukan, aku terdiam ntah apa yang aku bayangkan begitu banyak hal yang harus aku luruskan, jujur dalam hati seolah ada yang bertarung yang satu mengatakan tinggalkan dan yang satu mengatakan pertahankan, perasaan inilah yang membuat batinku terasa sesak, sesak penuh dengan beribu penyesalan dan kesenangan, penyesalan karena telah melalaikan, dan kesenangan yang membawa kehancuran untuk diriku, aku ingin menangis dan mengatakan semua isi hatiku yang kini kurasakan, pada siapa aku mengadu, pada sahabat, orang tua, atau siapa? dan ketika itupun tersirat, ya,,, aku masih punya Tuhan ALLAH yang akan selalu mendengar keluhanku, yang selalu mendengarku dan menolongku, sesegera mungkin aku langkahkan kaki ini kekamar mandi untuk mengambil wuduk, saat aku sampai disina, aku terdiam kembali, ya akhirnya air mataku tumpah meskipun sedikit, selama ini aku jarang mengeluarkan airmata hanya untuk masalah sepele, dan baru kali ini dapat menangis, aku lanjutkan mengambil wuduk, dan aku bergegas mengambil mukenah yang ada diatas meja belajarku, aku bersujud dengan khusuk, aku menangis dan aku mengadu, betapa berat ujian yang kulewati ini, begitu besarkan dosa yang kulakukan hingga ujian ini menghampiriku, aku memohon agar aku dikuatkan dalam menghadapi semua ini, sekarang yang bisa kulakukan hanya berdo'a dan berusaha agar siksa batin ini cepat berlalu , , , , ,
(cerita fiktif)
Read more...





