Featured Posts

Sebab-Sebab Bertambahnya ImanSebab-Sebab Bertambahnya ImanSeorang muslim harus mengetahui sebab-sebab yang mengurangi imannya sehingga sirna dari dirinya. Demikian pul seorang muslim harus mengetahui sebab-sebab bertambahnya iman sehingga dapat memperkuat imannya.....

Read more

Ya Ukhti, Tempat Kita Bukan di JalanYa Ukhti, Tempat Kita Bukan di JalanSejak runtuhnya kekuasaan orde baru di Indonesia yang terwujud setelah serangkaian demonstrasi besar-besaran, kegiatan itu (baca: demonstrasi) seolah menjadi budaya yang rutin dilaksanakan....

Readmore

Potret Kehidupan Keluarga Syaikh Ibnu BazPotret Kehidupan Keluarga Syaikh Ibnu BazSemoga Alloh merahmati Imam Ibnu baz dengan keluasan rahmatNya dan menempatkannya pada surgaNya yang luas. Beliau adalah salah satu orang yang memiliki keistimewaan dengan sifat-sifat yang terpuji....

Readmore

Ada Apa dengan Kita?Ada Apa dengan Kita? Di dunia ini tidak ada satu kelompok pun yang ma’sum, bebas dari kesalahan, kecuali jama’ah para Sahabat yang telah mendapat jaminan dari Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. Karena itu hendaknya loyalitas dan kebencian kita juga hanya didasarkan kepada Al-Qur’an...

Readmore

Bekal Bagi MusafirBekal Bagi MusafirDari Anas radhiallahu anhu, dia berkata, "Salman pernah mengeluh sakit, maka Sa'd datang menjenguknya. Ketika ia melihat Salman menangis, Sa'd bertanya,"Apa yang membuatmu menangis wahai saudaraku? Tidakkah kamu telah menemani Rasulullah....

Readmore

Rss
Rss

Kamis, 12 Agustus 2010

Rintihan hati



tanggal 13 agustus 2010 atau bertepatan dengan tiga hari umat islam menjalankan ibadah puasa, , ya hari itu begitu terasa berat, beban moral yang kurasa terasa begitu menyiksa, aku ingin menangis namun air mata ini tak dapat menetes, kucoba untuk mengeluarkannya meskipun sangat sulit untuk kulakukan, aku terdiam ntah apa yang aku bayangkan begitu banyak hal yang harus aku luruskan, jujur dalam hati seolah ada yang bertarung yang satu mengatakan tinggalkan dan yang satu mengatakan pertahankan, perasaan inilah yang membuat batinku terasa sesak, sesak penuh dengan beribu penyesalan dan kesenangan, penyesalan karena telah melalaikan, dan kesenangan yang membawa kehancuran untuk diriku, aku ingin menangis dan mengatakan semua isi hatiku yang kini kurasakan, pada siapa aku mengadu, pada sahabat, orang tua, atau siapa? dan ketika itupun tersirat, ya,,, aku masih punya Tuhan ALLAH yang akan selalu mendengar keluhanku, yang selalu mendengarku dan menolongku, sesegera mungkin aku langkahkan kaki ini kekamar mandi untuk mengambil wuduk, saat aku sampai disina, aku terdiam kembali, ya akhirnya air mataku tumpah meskipun sedikit, selama ini aku jarang mengeluarkan airmata hanya untuk masalah sepele, dan baru kali ini dapat menangis, aku lanjutkan mengambil wuduk, dan aku bergegas mengambil mukenah yang ada diatas meja belajarku, aku bersujud dengan khusuk, aku menangis dan aku mengadu, betapa berat ujian yang kulewati ini, begitu besarkan dosa yang kulakukan hingga ujian ini menghampiriku, aku memohon agar aku dikuatkan dalam menghadapi semua ini, sekarang yang bisa kulakukan hanya berdo'a dan berusaha agar siksa batin ini cepat berlalu , , , , ,


(cerita fiktif)

0 komentar:

Posting Komentar

©2010 Qulil Haqqo Walau Kana Murron | by Khayla