Featured Posts

Sebab-Sebab Bertambahnya ImanSebab-Sebab Bertambahnya ImanSeorang muslim harus mengetahui sebab-sebab yang mengurangi imannya sehingga sirna dari dirinya. Demikian pul seorang muslim harus mengetahui sebab-sebab bertambahnya iman sehingga dapat memperkuat imannya.....

Read more

Ya Ukhti, Tempat Kita Bukan di JalanYa Ukhti, Tempat Kita Bukan di JalanSejak runtuhnya kekuasaan orde baru di Indonesia yang terwujud setelah serangkaian demonstrasi besar-besaran, kegiatan itu (baca: demonstrasi) seolah menjadi budaya yang rutin dilaksanakan....

Readmore

Potret Kehidupan Keluarga Syaikh Ibnu BazPotret Kehidupan Keluarga Syaikh Ibnu BazSemoga Alloh merahmati Imam Ibnu baz dengan keluasan rahmatNya dan menempatkannya pada surgaNya yang luas. Beliau adalah salah satu orang yang memiliki keistimewaan dengan sifat-sifat yang terpuji....

Readmore

Ada Apa dengan Kita?Ada Apa dengan Kita? Di dunia ini tidak ada satu kelompok pun yang ma’sum, bebas dari kesalahan, kecuali jama’ah para Sahabat yang telah mendapat jaminan dari Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. Karena itu hendaknya loyalitas dan kebencian kita juga hanya didasarkan kepada Al-Qur’an...

Readmore

Bekal Bagi MusafirBekal Bagi MusafirDari Anas radhiallahu anhu, dia berkata, "Salman pernah mengeluh sakit, maka Sa'd datang menjenguknya. Ketika ia melihat Salman menangis, Sa'd bertanya,"Apa yang membuatmu menangis wahai saudaraku? Tidakkah kamu telah menemani Rasulullah....

Readmore

Rss
Rss

Senin, 14 Desember 2009

episod 2

yakh , , aku seperti kehilangan separuh hidupku, saat aku tau hangat nafasnya sudah tidak aku rasakan lagi, ,
aku teriak histeris , beberapa kerabaat mengangkat tubuhku dari samping bunda, aku sudah tidak perduli dengan apa yang terjadi yang aku pedulikan adlah bundaku yang udah tiada, , , aku masih ingat saat aku masih kecil bunda sangat menjagaku menyayangiku ,pokoknya aku gak bisa hidup tanpa bunda , , ,
aku mencoba berlari ke tempat bunda, , aku meronta dari pegangan para kerabatku dan akupun berhasil , namu sengah langkah lagi aku sampai ke tempat bunda terbaring, tiba-tiba semuanya jadi gelap , , ,
sepi dan aku melihat sosok seorang wanta yang amat sanagt cantik, , , siapa wanita itu sepertinya aku mengenalnya, , ,
bunda, ya itu bunda, , , aku berlari mendekatinya dan memeluknya erat-erat , namun ntah apa yang terjadi tiba-tiba pelukan itu aku rasakan semakin longgar dan kehangatannya tidak aku rasakan lagi
, , aku melihat lagi disekelilingku, , kenapa begitu banyak orang disampingku , , ternyta aku pingsan saat aku ingin memeluk mayat ibuku , , ,
aku menangis lagi karana ternyata bunda sudah di makamkan , aku belum sempat memandikan beliau, , kalimat-kaimat penyesalan timbul dalam pikiranku , , ,
banyak hal yang belum aku lakukan untuk bunda tapi kenapa sekrang bunda udah gak ada, , ,
malam tiba dirumahku yang sederhana begitu banayak orang yang sedang memebaca yasin (do'a untuk bunda) , , , aku terdiam dibalik pintu kamar bunda aku lihat tempatnya sudah kosong................sedih?

tobecontinue


Read more...

Senin, 07 Desember 2009

memetik sebuah pelajaran

awalnya aku sedih saat itu terjadi
aku sedih melihat orang yang kusayangi sakit, lemah dan tak berdaya
saat aku melihat dia air mata ini jatuh seketika, aku hapus perlahan karna aku tidak ingin dia tau kalau aku menangis karena jika beliau tau mungkin dia akan lebih sedih, aku menahan air mataku lalu perlahan aku berjalan mendekati beliau yang sedang sakit, beliau memanggilku
>kemarilah nak
aku menghapirinya denngan senyuman palsuku , sakit rasanya hati ini mendengar suara beliau yang lirih dan lemah, dalam hati aku berdo'a Agar Allah azza wajala menyembuhkan beliau yang sedang sekarat, saat akky meatap matanya, tubuhnya yang lemah, aku teringat sesuatu sesuatu yang beliau katakan waktu beliau sedang sehat, beliau selalu mengajarkan aku dan teman-temanku agar selalu tabah dalam meghadapi segala, walaupun itu mungkin sangat menyakitkan,

sekali lagi aku ingin menangis namun aku terus menahannya
aku peluk tubuh yang lemah dan tak brdaya itu, tanpa tersa ternyata air mataku tidak bisa aku bendung lagi, , , beliau berkata

> mengaoa kamu menanngis anakku?
>bukankah aku sudah mengatakan padamu bahwa sesuatu yang terjadi dalam hidup kita semuanya sudah takdir dari Allah SWT, lalu kenapa kamu menangis.

aku menjawab aku menangis buka karena aku sedih , tapi karena aku bahagia , akuk masih bisa memelukmu, aku masih bisa melihatmu, dan aku masih bisa merasakan hangat kasih sayangmu,

beliaupun tambah mengis , , aku semakain tidak terkendali , , saat aku memeluk erat-erat tubuhnya , , , , Ya Allah


tidak aku dengar lagi desah nafasnya
sekekita aku menjerit INNALILLAHI WA INNA ILAII ROJI'UN

hatiku seperti tersxambar petir , , , yang menggelegar ,


to be continue


Read more...

Minggu, 06 Desember 2009

Aku bukan anak kecil lagi

aku buka anak kecil lagi itu yang selalu aku ucapkan dalam hati, tapi apa yang aku ucapkan tidak sesuai dengan kenyataan, , , ,
itu yang selalu aku pertanyakan, orang bilang setiap paradigma yang ad dipikiran kita pasti akan jadi nyata , lalu mengapa paradigma yang aku buat tidak menjadi nyata, perlahan aku mulai tidak percaya tentang paradigma yang bisa jadi nyata, apa aku salah jika aku menganggap paradigma yang ada dipikiran kita belum tentu jadi nyata?


Read more...
©2010 Qulil Haqqo Walau Kana Murron | by Khayla