Featured Posts

Sebab-Sebab Bertambahnya ImanSebab-Sebab Bertambahnya ImanSeorang muslim harus mengetahui sebab-sebab yang mengurangi imannya sehingga sirna dari dirinya. Demikian pul seorang muslim harus mengetahui sebab-sebab bertambahnya iman sehingga dapat memperkuat imannya.....

Read more

Ya Ukhti, Tempat Kita Bukan di JalanYa Ukhti, Tempat Kita Bukan di JalanSejak runtuhnya kekuasaan orde baru di Indonesia yang terwujud setelah serangkaian demonstrasi besar-besaran, kegiatan itu (baca: demonstrasi) seolah menjadi budaya yang rutin dilaksanakan....

Readmore

Potret Kehidupan Keluarga Syaikh Ibnu BazPotret Kehidupan Keluarga Syaikh Ibnu BazSemoga Alloh merahmati Imam Ibnu baz dengan keluasan rahmatNya dan menempatkannya pada surgaNya yang luas. Beliau adalah salah satu orang yang memiliki keistimewaan dengan sifat-sifat yang terpuji....

Readmore

Ada Apa dengan Kita?Ada Apa dengan Kita? Di dunia ini tidak ada satu kelompok pun yang ma’sum, bebas dari kesalahan, kecuali jama’ah para Sahabat yang telah mendapat jaminan dari Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. Karena itu hendaknya loyalitas dan kebencian kita juga hanya didasarkan kepada Al-Qur’an...

Readmore

Bekal Bagi MusafirBekal Bagi MusafirDari Anas radhiallahu anhu, dia berkata, "Salman pernah mengeluh sakit, maka Sa'd datang menjenguknya. Ketika ia melihat Salman menangis, Sa'd bertanya,"Apa yang membuatmu menangis wahai saudaraku? Tidakkah kamu telah menemani Rasulullah....

Readmore

Rss
Rss

Minggu, 03 April 2011

Perpisahan

jika hati ini bicara mungkin hati ini akan menangis karena telah terluka
jika hati ini bukan ciptaanNya  mungkin hancur sudah hati ini

karena kekuasaaNya aku bisa bertahan dalam segala cobaan.
karena kekuasaanNya aku bisa terus bersemangat menjalini pahitnya kisah hidupku.
rasa iri terhadap mereka yang memilki kehidupan dan masalalu lebih baik dariku terkadang muncul, namunkasih sayang ALLAH dapat menepis semua itu.

cintaNya membuatku bertahan dalam segala tekanan yang ada, cintaNya membuatku yakin jalan ini adalahy ang terbaik untukku.
setiap saat ku coba untuk berfikir positif dengan keadaanku hingga kuputuskan menjadi seorang yang periang seolah tak ada masalah dalam diri ini, dan kuputuskan pula untuk mejadi orang yang sangat cerewet berharap mengusir sepinya hidup yang ada dalam diri ini.

 namun semua itu kini tak mempan lagi, hati ini sudah cukup tersakiti dari dulu
akupun seolah kehilangan arah untuk tujuanku
aku pasrah dengan segala keputusan orang tuaku, karena aku milik mereka sepenuhnya
aku hanya tinggal menunggu ajal untuk apa ku perjuangkan hidupku
dan kinipun tak kudapati lagi kasih sayang dari sekitarku, kasih sayang yang tanpa kedustaan dan kepura-puraan
senyum mereka terkadang hanyalah senyum palsu tanpa makna yang mendalam
namun tetap kusyukuri itu setidaknya bisa mengobati luka hati ini meski hanya sesaat
aku ingin kasih sayang tulus dan ini ku dapat hanya dariMu




0 komentar:

Posting Komentar

©2010 Qulil Haqqo Walau Kana Murron | by Khayla