Rabu, 29 Desember 2010
Tanpa judul
Dikutip dari comnt facebook oleh Dian Fatra Anggita kedalam tautan salah seorang sahabatku Sartikha
Apakah mahasiswa yang suka mengontrol kebijakan pemerintah itu sudah dapat mengontrol dirinya sendiri?
Apakah mahasiswa yang berteriak teriak anti korupsi itu sudah bebas dari korupsi waktu dengan tidak bolos kuliah dan kegiatan akademis lainnya?
apakah mahasiswa tersebut sudah menunjukkan prestasinya di bidangnya masing2?
jika jawabannya ya, saya acungi jempol buat mereka!
Segelintir coment itu memang terlihat biasa saja, namun jika kita rasakan dengan hati sungguh coment itu amat menusuk hati kita, bagaimana tidak acapkali kita protes dengan ulah pemerintah, kita sendiri kadang lupa protes pada diri kita yang mungkin tanpa sengaja atau dengan sengaja telah melakukan kesalahan. Dan control untuk diri sendiri kadang tidak ada, hanya nafsu yang berates namakan kebenaran yang selalu kita koar-koarkan, sekarang dalam diri kita apakah sudah bisa kita mengontrol diri, mengontrol dari maksiat yang kian lama kian menggerogoti? Mengontrol diri dari korupsi waktu yang hharusnya kita pakai untuk beribadah? Mengontrol diri agar tidak menjadi seorang yang pemarah?
Namun jika memang sudah ada dalam diri kita suatu pengontrolan diri bagik itu adalah prestasi yang sangat membanggakan karena kita sebagai aktifis tidak perlu lagi meghiraukan cacian dari pihak luar yang sengaja ingin mengendorkan ghiroh juang kita yang kita bangun penuh onak dan duri, terkadang banyak orang yang mengatakan dirinya aktifis namun cerminan dirinya belum begitu dan saya rasa saya termasuk didalamnya. Inilah saatnya jiwa dan raga ini berbebah diri menjadi yang lebih baik dari kemarin.
Hati .. adalah organ yang tak pernah bisa bohong dengan apa yang iya rasakan namun meskipun hati jujur mulut terkadang menyampaikan yang tidak dikehendaki hati, terlalu banyak kebohongan yang sering dilontarkan dari mulut yang tidak sesuai dengan hati, merasa bersih dimata umum namun belum tentu dimata Allah, keraguan sering kali muncul dalam hati namun di kuatkan lagi kenapa kita berada di jalan dakwah karena orang-orangnya? Atau karena Allah ? Jika karena Allah maka apapun yang terjadi dengan dengan orang-orang yang berdak dalam dakwah tersebut maka dakwhh kita akan terus berjalan karena Patoka dakwah kita bukan karena seseorang yang berada dalam dakwah itu melainkan semata-mata karena Allah SWT. Wah jadi ngelantur pemhasan saya.
Kemabali ke mahasiswa yang kritis dengan pamerintah, terkadang tanpa tujuan yang jelas dengan mengatas namakan amanah dalam organisasi kita melupakan amanah yang sesungguhnya, amanah dari orang tua kita yang menginginkan kita lulus tepat waktu, orang tua yang menginginkan kita berprestasi, namun itulah darah muda masa yang berapi-api kata roma irama, terkadanag se enaknya dewe, terkadang bolos kuliah sampai terkena SP dari pihak kampus, seorang aktivis seharusnya adalah panutan bagi mahasiswa lainnya namun bagaimana jika nilai aktifis yang seharusnya menjadi panutan malah anjlok dan bahkan harus mengulang tahun depan??
Dalam kacamata umum sudah turun derajat mahasiswa itu dan takk sedikit cemoohan dari masyarakat kampus untuk aktivis yang demikian.
Namun Alhamdulillah selamat saya aktif dalam organisasi internal maupun external belum saya temui teman seperjuangan saya yang sampai tertinggal kelas seperti yang ditakutkan atau di capkan oleh masyarakat, malah yang saya tau aktivis Dakwah malah memiliki nilai di IPK diatas 3, sungguh luar biasa amanah ummat dan amanah ortu dapat mereka selesikan dengan sempurna.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)






0 komentar:
Posting Komentar