Kamis, 02 Desember 2010
Bukan maksudku... Sungguh !!!
beberapa hari yang lalu aku menulis note yang aku anggap biasa saja karena note itu aku tujukan pada seseorang yang sering menghujatku. namun sangat disayangkan noteku menjadi ajang sebuah perdebatan yang kurang berfungsi.. dan yang paling disayangkannya lagi akupun hampir terpancing amarah gara-gara perdebatan itu.. sebenarnya lebih cocoknya bukan perdebatan melainkan share ILMU karena Allah tidak menukai orang yang berbantahan dengan berlebih lebihan.
namun dari kejadian itu merasa heran karena ini membuktikan betapa hanya ego yang dipakai karena ada beberapa orang yang beranggapan kalau dialah yang paling baik manhaj dia yang paling benar... sungguh sangat disayangkan jika kita selalu beranggapan orang lain salah dan kitalah yang benar.. ane bukanlah orang yang suka mempermaslahkan anggapan orang tentang wadah yang ane ikuti sekarang, namun seirinngnya waktu dan dengan pertimbanngan cukup lama anepun mengeluarkan uneg-uneg ane yang sudah kian lama terpendam, setiap kali ane ingin melangkah ada saja yang mengatakan ane sesat dan sebagainya.. sungguh note itu tidak ada maksud untuk menyinggung siapapun.. bagiku semua umat ISLAM didunia ini adalah sama selama dia tetep berpegang teguh pada Al-Qur'an dan Asunnah sebagai warisan yang ditinggalkan NABI MUHAMMAD SAW...
aneupun akan menerima setiap masukan yang diberikan oleh siapun karena itu haq mereka untuk mengingatkan jika ane ada salah, namun satu hal kekurangan yang mungkin kalian tau(sahabatku saja.red), ane adalah tipikal orang yang sangat keras (batu kalee), maksudnya keras adalah jika ane dinasehati oleh orang tentang suatu hal yang menurut mereka salah maka aku lihat dulu orang yang menasehtiku, , jika orang yang menasehatiku itu saja melakukan yang aku lakukan dan dia melarangku untuk melakukan itu karena itu haram, maka aku akan mendiamkannya saja dan dalam hatiku akan berkata(bagaimana aku bisa menerimanya jika anda tidak berusaha mencontohkannya!!!).
analoginya seperti ini ada seorang pencuri mengatakan pada pencuri yang lain..
"Heyy Kamu jangan mencuri hukumnya haram"
pasti si pencuri yang satu lagi akan mengatakan kalau gw haram nyri terus lo halal??
kata-kata sipencuri itu benar benar sekali.. kalau mencuri itu adalah sesuatu hal yang sangat tidak terpuji, namun dikarenakan yang menasehati adalah seorang pencuri maka nasehat itu di abaikan begitu saja dan meremehkan yang menasehati...
analogi yang kedua adalah jika seandainya yang menasehati orang mencuri tersebut adalah ahli kitab yang sangat sholeh dan beriman tidak mencuri, baik hati dan tidak sombong, maka si maling akan lebih hormat dan bisa menerima nasehat tersebut... bener gak???? ^__^
ane sangat sadar dari mulut siapapun jika yang keluar asalah sesuati yang sangat baik mestinya ane terima
"Lihat apa yang dibicarakan jangan melihat siapa yang membicarakan"
sekarang ane mencoba untuk melakukan itu(Proses) ... meskipun mungkin belum bisa untuk itu...
(karena Ane Hamba Allah yang biasa saja).
Rasulullah dalam beliau berdakwahpun tidak asal celetap celetup sembarangan, beliau menunjukkan dengan sikapnya juga yang amat ramah dan lemah lembut meskipun beliau sering dihina dan di caci maki oleh orang kafir Quraisy dahulu.
ini yang ane ingin lihat dari seseorang yang merasa dirinya orang berilmu(afwan karena beliau slalu mengatakan "mengatakan sesuatu harus dengan ilmu").
ane memang bukan orang yang ahli dibidang FiQih, Hadist, Atau Faroid. tapi setidaknya ane pernah membaca siroh nabawiyah.. dan selama ane baca ane belum pernah membaca kalau beliau berdakwah dengan kasar.
ini ada sedikit pertimbangan jika kita berdakwah dengan sangat keras//contoh...
"Di sebuah angkot, seorang perempuan muda berbusana mini duduk berhadap-hadapan dengan sepasang suami istri. Menyaksikan aurat perempuan yang terbuka, dengan ketus si istri yang berjilbab rapi berkata kepada suaminya,” Jangan lihat ke depan, jahil!”. Kita bisa membayangkan betapa malunya perempuan muda tersebut. Alih-alih tersentuh untuk menutup aurat, perempuan tersebut bisa jadi malah menjadi antipati dengan muslimah berjilbab.http://asriyani.blogspot.com"
Bersikap lemah lembut dalam dakwah bukan berarti tidak punya pendirian, apalagi bersikap toleran terhadap keburukan. Lemah lembut hanya suatu cara untuk menyampaikan kebenaran dan mendidik orang lain agar tunduk kepada kebenaran, karena jika dengan cara keras maka semua orang yang kita harapkan untuk berubah menjadi lebih baik justru semakin jauh dari kebaikan.
Allah saja berfirman agar kita berlemah lembut dalam berdakwah.
“Serulah (manusia) kepada jalan Rabbmu dengan hikmah (lemah lembut) dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik.” (QS. An-Nahl: 125)
“Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka akan menjauhkan diri dari sekelilingmu.” (QS. Ali Imran: 159)
“Wahai Aisyah, sesungguhnya Allah itu Maha Lembut, Dia mencintai sikap lemah lembut. Allah memberikan pada sikap lemah lembut sesuatu yang tidak Dia berikan pada sikap yang keras dan juga akan memberikan apa-apa yang tidak diberikan pada sikap lainnya.” (HR. Al-Bukhari no. 6024 dan Muslim no. 2165)
“Seorang ‘Arab badui berdiri dan kencing di masjid. Maka para sahabat ingin mengusirnya. Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pun bersabda kepada mereka, “Biarkanlah dia dan siramlah bekas kencingnya dengan setimba air -atau dengan setimba besar air-. Sesungguhnya kalian diutus untuk memberi kemudahan dan tidak diutus untuk memberi kesusahan.” (HR. Al-Bukhari no. 323)
Cam mana kawand-kawand... dah ade tu.. kita dilarang menjadi orang keras dalam menyampaikan dakwah.......
Aku akan mendengarkanmu jika kamu bisa menunjukkan bahwa dirimuw sudah seperti yang kau dengung-dengungkan...
(Aku sangat mengakui apa yang dirimuw sampaikan... dan akupun berusaha untuk itu tapi aku merasa aneh jikala dirimuw yang menyampaikan karena dirimuw belum mencerminkan).
Rubahlah dari diri sendiri tunjukkan sikap yang Sopan dan santun jika ingin mendakwahiku...afwan jidan
semoga bermanfaat...
beberapa hari yang lalu aku menulis note yang aku anggap biasa saja karena note itu aku tujukan pada seseorang yang sering menghujatku. namun sangat disayangkan noteku menjadi ajang sebuah perdebatan yang kurang berfungsi.. dan yang paling disayangkannya lagi akupun hampir terpancing amarah gara-gara perdebatan itu.. sebenarnya lebih cocoknya bukan perdebatan melainkan share ILMU karena Allah tidak menukai orang yang berbantahan dengan berlebih lebihan.
namun dari kejadian itu merasa heran karena ini membuktikan betapa hanya ego yang dipakai karena ada beberapa orang yang beranggapan kalau dialah yang paling baik manhaj dia yang paling benar... sungguh sangat disayangkan jika kita selalu beranggapan orang lain salah dan kitalah yang benar.. ane bukanlah orang yang suka mempermaslahkan anggapan orang tentang wadah yang ane ikuti sekarang, namun seirinngnya waktu dan dengan pertimbanngan cukup lama anepun mengeluarkan uneg-uneg ane yang sudah kian lama terpendam, setiap kali ane ingin melangkah ada saja yang mengatakan ane sesat dan sebagainya.. sungguh note itu tidak ada maksud untuk menyinggung siapapun.. bagiku semua umat ISLAM didunia ini adalah sama selama dia tetep berpegang teguh pada Al-Qur'an dan Asunnah sebagai warisan yang ditinggalkan NABI MUHAMMAD SAW...
aneupun akan menerima setiap masukan yang diberikan oleh siapun karena itu haq mereka untuk mengingatkan jika ane ada salah, namun satu hal kekurangan yang mungkin kalian tau(sahabatku saja.red), ane adalah tipikal orang yang sangat keras (batu kalee), maksudnya keras adalah jika ane dinasehati oleh orang tentang suatu hal yang menurut mereka salah maka aku lihat dulu orang yang menasehtiku, , jika orang yang menasehatiku itu saja melakukan yang aku lakukan dan dia melarangku untuk melakukan itu karena itu haram, maka aku akan mendiamkannya saja dan dalam hatiku akan berkata(bagaimana aku bisa menerimanya jika anda tidak berusaha mencontohkannya!!!).
analoginya seperti ini ada seorang pencuri mengatakan pada pencuri yang lain..
"Heyy Kamu jangan mencuri hukumnya haram"
pasti si pencuri yang satu lagi akan mengatakan kalau gw haram nyri terus lo halal??
kata-kata sipencuri itu benar benar sekali.. kalau mencuri itu adalah sesuatu hal yang sangat tidak terpuji, namun dikarenakan yang menasehati adalah seorang pencuri maka nasehat itu di abaikan begitu saja dan meremehkan yang menasehati...
analogi yang kedua adalah jika seandainya yang menasehati orang mencuri tersebut adalah ahli kitab yang sangat sholeh dan beriman tidak mencuri, baik hati dan tidak sombong, maka si maling akan lebih hormat dan bisa menerima nasehat tersebut... bener gak???? ^__^
ane sangat sadar dari mulut siapapun jika yang keluar asalah sesuati yang sangat baik mestinya ane terima
"Lihat apa yang dibicarakan jangan melihat siapa yang membicarakan"
sekarang ane mencoba untuk melakukan itu(Proses) ... meskipun mungkin belum bisa untuk itu...
(karena Ane Hamba Allah yang biasa saja).
Rasulullah dalam beliau berdakwahpun tidak asal celetap celetup sembarangan, beliau menunjukkan dengan sikapnya juga yang amat ramah dan lemah lembut meskipun beliau sering dihina dan di caci maki oleh orang kafir Quraisy dahulu.
ini yang ane ingin lihat dari seseorang yang merasa dirinya orang berilmu(afwan karena beliau slalu mengatakan "mengatakan sesuatu harus dengan ilmu").
ane memang bukan orang yang ahli dibidang FiQih, Hadist, Atau Faroid. tapi setidaknya ane pernah membaca siroh nabawiyah.. dan selama ane baca ane belum pernah membaca kalau beliau berdakwah dengan kasar.
ini ada sedikit pertimbangan jika kita berdakwah dengan sangat keras//contoh...
"Di sebuah angkot, seorang perempuan muda berbusana mini duduk berhadap-hadapan dengan sepasang suami istri. Menyaksikan aurat perempuan yang terbuka, dengan ketus si istri yang berjilbab rapi berkata kepada suaminya,” Jangan lihat ke depan, jahil!”. Kita bisa membayangkan betapa malunya perempuan muda tersebut. Alih-alih tersentuh untuk menutup aurat, perempuan tersebut bisa jadi malah menjadi antipati dengan muslimah berjilbab.http://asriyani.blogspot.com"
Bersikap lemah lembut dalam dakwah bukan berarti tidak punya pendirian, apalagi bersikap toleran terhadap keburukan. Lemah lembut hanya suatu cara untuk menyampaikan kebenaran dan mendidik orang lain agar tunduk kepada kebenaran, karena jika dengan cara keras maka semua orang yang kita harapkan untuk berubah menjadi lebih baik justru semakin jauh dari kebaikan.
Allah saja berfirman agar kita berlemah lembut dalam berdakwah.
“Serulah (manusia) kepada jalan Rabbmu dengan hikmah (lemah lembut) dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik.” (QS. An-Nahl: 125)
“Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka akan menjauhkan diri dari sekelilingmu.” (QS. Ali Imran: 159)
“Wahai Aisyah, sesungguhnya Allah itu Maha Lembut, Dia mencintai sikap lemah lembut. Allah memberikan pada sikap lemah lembut sesuatu yang tidak Dia berikan pada sikap yang keras dan juga akan memberikan apa-apa yang tidak diberikan pada sikap lainnya.” (HR. Al-Bukhari no. 6024 dan Muslim no. 2165)
“Seorang ‘Arab badui berdiri dan kencing di masjid. Maka para sahabat ingin mengusirnya. Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pun bersabda kepada mereka, “Biarkanlah dia dan siramlah bekas kencingnya dengan setimba air -atau dengan setimba besar air-. Sesungguhnya kalian diutus untuk memberi kemudahan dan tidak diutus untuk memberi kesusahan.” (HR. Al-Bukhari no. 323)
Cam mana kawand-kawand... dah ade tu.. kita dilarang menjadi orang keras dalam menyampaikan dakwah.......
Aku akan mendengarkanmu jika kamu bisa menunjukkan bahwa dirimuw sudah seperti yang kau dengung-dengungkan...
(Aku sangat mengakui apa yang dirimuw sampaikan... dan akupun berusaha untuk itu tapi aku merasa aneh jikala dirimuw yang menyampaikan karena dirimuw belum mencerminkan).
Rubahlah dari diri sendiri tunjukkan sikap yang Sopan dan santun jika ingin mendakwahiku...afwan jidan
semoga bermanfaat...
Langganan:
Posting Komentar (Atom)







0 komentar:
Posting Komentar