Featured Posts

Sebab-Sebab Bertambahnya ImanSebab-Sebab Bertambahnya ImanSeorang muslim harus mengetahui sebab-sebab yang mengurangi imannya sehingga sirna dari dirinya. Demikian pul seorang muslim harus mengetahui sebab-sebab bertambahnya iman sehingga dapat memperkuat imannya.....

Read more

Ya Ukhti, Tempat Kita Bukan di JalanYa Ukhti, Tempat Kita Bukan di JalanSejak runtuhnya kekuasaan orde baru di Indonesia yang terwujud setelah serangkaian demonstrasi besar-besaran, kegiatan itu (baca: demonstrasi) seolah menjadi budaya yang rutin dilaksanakan....

Readmore

Potret Kehidupan Keluarga Syaikh Ibnu BazPotret Kehidupan Keluarga Syaikh Ibnu BazSemoga Alloh merahmati Imam Ibnu baz dengan keluasan rahmatNya dan menempatkannya pada surgaNya yang luas. Beliau adalah salah satu orang yang memiliki keistimewaan dengan sifat-sifat yang terpuji....

Readmore

Ada Apa dengan Kita?Ada Apa dengan Kita? Di dunia ini tidak ada satu kelompok pun yang ma’sum, bebas dari kesalahan, kecuali jama’ah para Sahabat yang telah mendapat jaminan dari Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. Karena itu hendaknya loyalitas dan kebencian kita juga hanya didasarkan kepada Al-Qur’an...

Readmore

Bekal Bagi MusafirBekal Bagi MusafirDari Anas radhiallahu anhu, dia berkata, "Salman pernah mengeluh sakit, maka Sa'd datang menjenguknya. Ketika ia melihat Salman menangis, Sa'd bertanya,"Apa yang membuatmu menangis wahai saudaraku? Tidakkah kamu telah menemani Rasulullah....

Readmore

Rss
Rss

Rabu, 30 Juni 2010

Kebersamaan



asik jalan-jalan wak , , , itulah kata yang pertama keluar dari bibirku dan teman-temanku , , hari itu kami jalan-jalan kekampung vietnam.

Di kampung vietnam kita bisa melihat benda benda aneh diantaranya barak barak yang sebagai tempat tinggal mereka jaman itu, gereja tua, pagoda atau vihara, rumah sakit, kuburan masal yg mungkin dulu banyak orang kelaparan saat itu, bekas perahu perahu kayu yangg saat itu digunakan oleh mereka lari dari negaranya dan akirnya terdampar di batam, kemudian juga masih tersisa tempat bermain dr anak anak para pengungsi [youth centre], kantor UNHCR, penjara, serta masih tersedianya lahan bekas pertanian mereka.

kenangan itu tidak bisa dilupakan oleh kita semua karena secara langsung Indonesia merupakan negara yang perdulu pada masa itu, dan pada saat pemulangan indonsia juga termasuk negara yang memulangkan para pengungsi dengan rkaor tidak menggunakan kekerasa, karena bangsa indonesia menapung mereka bukan karena faktor politik melaikan karena faktor kemanusiaan, jika ada yang mengatakan Indonesia menampung orang vietnam karena faktor ploitik mereka salah besar, sungguh indonesia menampung mereka atas dasar kemausiaan.

hjrahnya orang vietnam ini sendiri karena terjadi perang saudara diantara mereka yaitu blok penganut kominis dan yang tidak mengant komunis, pada saat mereka ada di Indonesia mereka dibekali dengan keterampilan agar pada saat mereka sudah dikemmbalikan kenegara asal mereka dapat meneruskan hidup denga skill yang mereka miliki.


hari sudah mulai siang kampung vietnampun sudah selelsai kami telusuri, saatnya kami pergi untuk makan siang, dan kamipun pergi ke Pantai melayu, , subhanallah indah sekali pantai ini sungguh dahsyat ciptaan Allah, aku jadi teringat waktu kepantai ini terakhir kalinya, yaitu pada saat rihlah bersama anak-anak IMMPB(Ikatan Mahasiswa Muslim Politeknik Batam), , , kala itu hujan deras tapi semangat yang dimiliki para ADK ini patut di acungi jempol, ada yang bakar jangung meskipun hujan deras mengguyur mereka, ada juga yang bermain bola, lain hal nya dengan aku, akku lebih memilih berteduh meskipun akhirnya basah juga karena derasnya hujan dapat menembus baccam yang kami sewa.

tapi susana kali ini sungguh berbeda langit begitu cerah dan pantaipun sangat ok untuk berenang, namun aku tetapa saja tidak berminat untuk melakukan itu, hala yang membuat aku bersyukur adalah kebersamaanku bersama sahabat-sahabatku anak2 4A RPL (Rekayasa Perangkat Lunak) , , , semoga tetap kompak dan semagat, , , 2011 kita lulus semua yakinnnn

0 komentar:

Posting Komentar

©2010 Qulil Haqqo Walau Kana Murron | by Khayla